Logo Bloomberg Technoz

Kunjungan ini merupakan salah satu penampilan paling mencolok Kim untuk memamerkan pengembangan senjata canggih Korut sejak meluncurkan ICBM berbahan bakar padat tahun lalu.

ICBM berbahan bakar padat bisa disiapkan untuk diluncurkan dan disimpan dalam jangka waktu lama, tidak seperti rudal berbahan bakar cair. Hal ini membuatnya lebih sulit dideteksi dan diintersepsi, memberi Pyongyang keunggulan strategis dalam menghadapi AS dan sekutunya.

Mesin berbahan bakar padat baru, dengan daya dorong maksimum 1.960 kilonewton, ini direncanakan untuk digunakan dalam ICBM Hwasong-19. Korut juga sedang mengembangkan generasi selanjutnya, Hwasong-20.

Kim diperkirakan akan tiba di Beijing pada Selasa, di mana ia akan menghadiri parade militer China. Ia akan tampil bersama Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Rabu untuk memperingati 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II.

KCNA mengatakan Kim meninggalkan Pyongyang pada 1 September menuju Beijing, didampingi oleh para pejabat tinggi, termasuk Menteri Luar Negeri Choe Son Hui, dan masuk ke China pada Selasa.

Hal ini terjadi tak lama setelah Kim menginspeksi pabrik rudal baru pada Minggu, menandakan kemajuan kemampuan persenjataan negara tersebut.

Upaya terbaru ini menyoroti upaya intensif Korut untuk memperkuat persenjataannya, meski menghadapi sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sekaligus memperlihatkan perannya sebagai mitra dalam aliansi yang semakin erat dengan Rusia dan China.

(bbn)

No more pages