Seperti, rusunawa untuk kelompok pekerja Gen Z dan milenial, rusunawa keluarga muda pekerja, rusunawa kelompok MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah), dan rusunawa kelompok ASN.
"Pemerintah dapat mengoptimalkan aset pemerintah daerah untuk pembangunan rusunawa mixed use. Sehingga tidak perlu pembebasan atau pembelian lahan baru di kota yang relatif mahal dan sulit (keterbatasan lahan)," jelasnya.
"Rusunawa mixed use [penggunaan campuran] dibangun dekat simpul transportasi publik, pusat kegiatan kota, pusat pemerintahan, dan pusat perguruan tinggi, pusat perbelanjaan," pungkasnya.
Hal senada juga diungkapkan, Wakil Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI) Bambang Ekajaya bahwa, kebutuhan akses yang lebih dekat dengan tempat kerja menjadi alasan lainnya masyarakat lebih memilih menyewa hunian.
"Umumnya yang sewa lebih karena kebutuhan akses yang lebih dekat terhadap tempat kerja atau sekolah dan lain-lain," katanya, Kamis (7/8/2025).
Kata Bambang, karena kebutuhan tersebut menyebebabkan budaya menyewa berkembang di kalangan masyarakat yang tinggal di daerah perkotaan. Masyarakat cenderung akan memilih menyewa apartemen dibandingkan dengan landed house [rumah tapak].
"Hal ini berkesesuai dengan kebutuhan Gen Z yang lebih suka tinggal dekat tempat kerja ataupun usaha. Dan tentu kalau ingin membeli hunian dengan kriteria yang seperti itu harus di pusat-pusat kota dan tentu mahal," sebutnya.
Sementara itu, berdasarkan data Rumah123 kelompok usia 18-24 tahun sebanyak 22,2% lebih memilih untuk menyewa hunian. Tren serupa juga terlihat di usia 25-34 tahun dengan 22,1% lebih memilih menyewa. Begitupun dengan kelompok usia 35-44 tahun yang tertarik menyewa rumah sekitar 19,2%.
Namun, trennya berbeda jika dibandingkan apartemen, di mana semakin muda kelompok usia, proporsi yang berminat menyewa apartemen lebih tinggi.
Kelompok usia 18-24 tahun dan 25-34 tahun memiliki proporsi minat sewa yang cukup tinggi di kisaran level 30% ke atas. Sementara semakin tua kelompok usia, proporsi keinginan membeli apartemen baru maupun bekas cenderung lebih tinggi.
(ain)






























