Logo Bloomberg Technoz

Metaplanet juga melaporkan metrik internal seperti BTC Yield, yakni rasio pertumbuhan kepemilikan Bitcoin terhadap total saham terdilusi.

Pada kuartal kedua 2025 (April-Juni), BTC Yield mencapai 129,4%, dan untuk awal kuartal ketiga (hingga 14 Juli) sudah mencatat 19,4%. 

Kenaikan BTC Yield ini menunjukkan bahwa strategi pembelian Bitcoin mereka meskipun berisiko tinggi, tetapi memberikan pertumbuhan aset digital yang signifikan terhadap struktur modal perusahaan.

"Perusahaan secara historis belum pernah membayar dividen atas  saham biasa, dan penyajian KPI [indikator kinerja utama] ini tidak  menyiratkan niat untuk melakukannya di masa mendatang," jelas perusahaan.

"Memiliki saham biasa kami tidak sama dengan kepemilikan langsung atas Bitcoin yang kami miliki. Investor disarankan untuk merujuk pada laporan keuangan dan pengungkapan Perusahaan  yang diajukan ke Bursa Efek Tokyo. Imbal Hasil BTC, Keuntungan  BTC, dan Keuntungan BTC ¥ dimaksudkan sebagai metrik tambahan bagi mereka yang memahami tujuan dan batasannya, bukan sebagai pengganti analisis keuangan tradisional."

Langkah Metaplanet tersebut tentunya menuai perhatian luas di komunitas kripto global. Dalam unggahan di platform X (Twitter), akun @Crypto_Potato menyebut perusahaan ini sebagai "MicroStrategy versi Jepang", merujuk pada perusahaan AS yang juga terkenal karena agresif memborong Bitcoin sebagai cadangan kas.

"Metaplanet telah menambahkan 797 $BTC ke neracanya senilai $93,6 juta, sehingga total kepemilikannya menjadi 16.532 $BTC senilai ~$95 miliar," tulis Crypto Potato di X, Senin (14/7/2025).

(prc/wep)

No more pages