Logo Bloomberg Technoz

Dengan demikian, Menko Perekonomian Airlangga, yang selama ini memimpin negosiasi, juga berencana untuk menemui pemerintah AS, yakni U.S Secretary of Commerce Howard Lutnick dan dijadwalkan pada satu hingga tiga hari mendatang, yang juga bergantung pada waktu ketibaannya di Negeri Paman Sam.

Selain itu, Airlangga juga berupaya untuk bertemu dengan U.S Secretary of Treasury Scott Bessent dan pihak United States Trade Representative (USTR) Jamieson Greer. Meski demikian, Haryo belum bisa menyampaikan jadwalnya. 

Incar Tarif Rendah di ASEAN

Haryo mengatakan pemerintah setidaknya mengincar tarif yang lebih rendah untuk Indonesia dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya. Terlebih, selama ini tarif untuk Indonesia sebesar 32% masih tergolong tinggi di kawasan ASEAN.

"Jadi kita minta yang kira-kira sama atau bisa lebih rendah daripada yang di ASEAN. Kita ingin di kawasan ASEAN ini, khususnya mungkin Asia, bahwa kita bisa mendapatkan tarif yang rendah atau lebih rendah," ujarnya.

Perlu diketahui, tarif untuk produk asal Indonesia pada level 32% lebih tinggi dibandingkan dengan Filipina sebesar 17%, Vietnam sebesar 20%, dan Malaysia sebesar 25%. Namun, tarif Indonesia masih lebih rendah dari Thailand sebesar 36%, Kamboja sebesar 36%, Myanmar dan Laos sebesar 40%

Sementara itu, dua negara Asia Tenggara sisanya, yakni Singapura dan Brunei Darussalam, belum ada informasi mengenai besaran tarif barunya. Adapun, tarif yang diumumkan pada 2 April 2025 untuk Singapura dan Brunei Darussalam adalah masing-masing 10% dan 24%.

(lav)

No more pages