Logo Bloomberg Technoz

Dalam kesempatan yang sama, Maulana juga mengatakan bahwa manajemen Wuling Motors telah berhasil melakukan komunikasi dengan konsumen terkait melalui dealer setempat, dan telah sepakat untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut perihal asal usul penyebab kejadian tersebut.

Menyitir akun Instagram @infojawabarat mobil Air ev berwarna putih tersebut terbakar sekitar pukul 19.30 WIB. Api dikabarkan sudah padam dan mobil sudah dievakuasi. Namun, kemacetan lalu lintas sempat terjadi karena peristiwa ini. 

Dalam laporan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan Wuling Air EV mencapai 419 unit pada Mei 2025. Jenis mobil listrik ini menempati posisi kelima yang terlaris pada Mei 2025.

Menanggapi peristiwa itu, akademisi sekaligus pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu menilai indikasi utama kebakaran Wuling Air EV, di tengah hujan wilayah Bandung, kemungkinan besar berkaitan dengan penetrasi air ke dalam kompartemen baterai. Hal ini dinilai memicu korsleting internal dan peningkatan suhu tidak terkendali (thermal runaway) pada kendaraan electric vehicle (EV). 

Yannes menggarisbawahi, dalam kondisi hujan deras, jika sistem penyegelan (sealing) baterai tidak sempurna atau terdapat kerusakan misalnya akibat benturan atau modifikasi, air dapat masuk ke sistem kelistrikan termasuk sel baterai. Sehingga hal ini menyebabkan reaksi elektrokimia yang tidak terkendali. 

“Air yang masuk dapat memicu korsleting internal yang kemudian menghasilkan panas berlebih, memulai reaksi berantai thermal runaway,” kata Yannes kepada Bloomberg Technoz, Minggu (6/7/2025). 

Thermal runaway, kata Yannes, adalah kondisi saat baterai gagal mengendalikan kenaikan suhu, memicu pelepasan gas, api, dan bahkan hingga potensi ledakan. Yannes menggarisbawahi permasalahan utama kendaraan listrik jelas seputar kelistrikan, mulai dari baterai tegangan tinggi (high voltage) dengan berbagai kompleksitas teknisnya, Battery Management System (BMS), serta kemampuan sistem thermal management dalam menjaga suhu operasional, sampai kelistrikan tegangan rendah (low voltage).

Secara ilmiah, kebakaran EV selain akibat desain dan kontrol kualitas yang tidak bisa memastikan samanya kualitas setiap sel baterai, juga dapat terjadi akibat faktor eksternal. “Belum lagi soal kualitas perawatan, ini jarang sekali disampaikan oleh dealer, bisa jadi dealer sebagai mata rantai penjualan jarang memiliki teknisi ahli yang mampu menjelaskan secara lengkap tentang aspek keamanan kunci dari sistem kelistrikan yang kompleks ini,” ujarnya. 

(lav)

No more pages