Adapun mayoritas mata uang di kawasan bergerak di zona hijau dipimpin oleh dolar Singapura, menguat 0,09%. Lalu yen 0,06%, disusul yuan offshore 0,05%, dolar Taiwan 0,02% dan won serta yuan Tiongkok masing-masing bergerak sedikit 0,01%.
Secara teknikal nilai rupiah telah menembus level support terdekat di Rp16.300/US$. Pelemahan kedua akan tertahan di Rp16.310/US$.
Apabila kembali break kedua support tersebut, rupiah berpotensi melemah lanjutan dengan menuju level Rp16.350/US$ sebagai support paling potensial hingga Rp16.400/US$.
Namun demikian, bila nilai rupiah terjadi penguatan hari ini, resistance menarik dicermati ada pada level Rp16.250/US$ dan Rp16.200/US$ hingga Rp16.100/US$ sebagai resistance psikologis.
Makin panas
Eskalasi konflik di Timur Tengah terus memanas dengan pernyataan saling menyerang antara Iran, Israel dan AS.
Presiden Donald Trump menggelar rapat darurat dengan tim keamanan nasional untuk membahas eskalasi konflik di Timur Tengah. Hal tersebut memicu spekulasi bahwa AS bersiap terlibat dalam serangan Israel pada Iran tersebut.
Trump juga mengunggah pernyataan kontroversial yang menuntut “MENYERAH TANPA SYARAT” dari Iran, dan mengancam akan menyerang pemimpin tertinggi negara itu, Ayatollah Ali Khamenei. “Kami tahu persis di mana si ‘Pemimpin Tertinggi’ itu bersembunyi. Ia adalah target mudah, tapi masih aman di sana—kami tidak akan menghabisinya (membunuh!), setidaknya untuk saat ini,” tulis Trump di media sosial.
Gara-gara itu, indeks dolar AS kemarin menguat hingga 0,84%. Pagi ini, meski dibuka menguat, DXY berbalik ke zona merah sehingga memberi ruang pada mata uang uang jadi lawannya. Namun, rupiah tidak terdampak perkembangan terakhir itu terbukti dengan makin terperosok di zona merah.
Pelemahan rupiah juga terjadi ketika indeks saham domestik, IHSG, terpeleset lagi ke zona merah di level 7.146.
Adapun di pasar surat utang negara, pergerakan yield bervariasi. Tenor 2Y naik imbal hasilnya sebesar 1,4 basis poin. Sedangkan tenor 5Y dan 10Y masing-masing naik 0,4 basis poin dan 0,1 basis poin. Tenor 11Y tercatat turun yield-nya 1,9 basis poin pagi ini.
Hari ini, Bank Indonesia akan mengumumkan hasil keputusan Rapat Dewan Gubernur bulanan pada siang hari di Jakarta. Konsensus pasar sejauh ini memperkirakan BI rate akan ditahan di level 5,50%. Hanya 9 dari 34 ekonom yang disurvei oleh Bloomberg yang memperkirakan BI akan memangkas bunga acuan lagi sebanyak 25 basis poin hari ini ke level 5,25%.
Arus masuk modal asing ke Indonesia dalam 30 hari terakhir memang membesar, sekitar US$ 1,59 miliar ditambah penguatan rupiah lebih dari 1%.
Namun, "Masih ada risiko meningkatnya ketidakpastian di jangka pendek seiring dengan potensi reeskalasi dari perang dagang dan memanasnya tensi geopolitik Timur Tengah. Menimbang berbagai faktor tersebut, Bank Indonesia perlu menahan suku bunga acuannya di 5,50% pada Rapat Dewan Gubernur Juni ini," kata Teuku Riefky, Ekonom LPEM Universitas Indonesia dalam catatannya.
Adapun di Washington, bukan hanya Trump yang makin sibuk. Para pejabat bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), telah memulai pertemuan dua hari dan akan mengumumkan keputusan pada Rabu siang waktu setempat atau Kamis dini hari waktu Indonesia.
The Fed kemungkinan tetap menahan suku bunga pada Juni dan Juli, namun bisa menyampaikan arah kebijakan melalui proyeksi ekonomi dan suku bunga. Para traders memperkirakan kemungkinan dua kali penurunan suku bunga tahun ini—dengan pemangkasan pertama yang diperkirakan terjadi pada Oktober.
(rui)




























