Wacana ini muncul di tengah kekhawatiran atas keluarnya dana asing dari pasar saham domestik serta meningkatnya ketidakpastian global. BEI juga melihat masih ada perdebatan di kalangan investor mengenai keberlanjutan penguatan indeks saham dalam beberapa bulan terakhir, setelah sebelumnya sempat memasuki fase bearish secara teknikal.
BEI sendiri sempat menunda implementasi transaksi short selling hingga September akibat gejolak pasar pada awal tahun. Namun, Iman menyatakan bahwa bursa tetap menargetkan peluncuran fasilitas tersebut pada kuartal IV-2025, dengan syarat mendapat restu dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Selain itu, bursa juga berencana menghadirkan peran liquidity provider guna memperdalam pasar dan membentuk harga saham yang lebih wajar. Iman mengungkapkan, saat ini sudah ada 13 perusahaan yang mendaftar untuk mengambil peran tersebut.
Berdasarkan data Bloomberg, investor asing tercatat menarik dana sebesar US$2,9 miliar dari pasar saham Indonesia sepanjang tahun ini.
Angka tersebut menjadi arus keluar terbesar di kawasan Asia Tenggara untuk periode yang sama. Minimnya pertumbuhan pada sektor perdagangan dan manufaktur juga memicu kehati-hatian terhadap prospek ekonomi nasional.
(bbn)




























