Logo Bloomberg Technoz

"Melalui langkah-langkah efisiensi dan pemanfaatan energi yang lebih efektif, kita tidak hanya menurunkan emisi karbon, tetapi juga secara bertahap mengurangi beban biaya energi,” tambahnya.

Dengan tambahan dari Kilang Balikpapan, total kapasitas PLTS yang dioperasikan Pertamina NRE di area kilang kini mencapai 12,37 MWp. PLTS ini juga telah dilengkapi teknologi terbaru berbasis kecerdasan buatan dan Internet of Things (IoT), memungkinkan sistem remote monitoring and control yang efisien dan canggih.

Direktur Proyek & Operasi Pertamina NRE, Norman Ginting, menyatakan bahwa sinergi ini merupakan implementasi nyata strategi pertumbuhan ganda Pertamina.

“Sinergi KPI dan Pertamina NRE mencerminkan strategi pertumbuhan ganda Pertamina, di mana KPI berperan strategis dalam mengoptimalkan bisnis utama Pertamina saat ini yaitu minyak dan gas bumi, sedangkan di sisi lain Pertamina NRE membantu upaya penurunan emisi dari aktivitas operasional Pertamina melalui penyediaan energi hijau,” jelas Norman.

Tak hanya dalam pembangunan PLTS, kolaborasi antara KPI dan Pertamina NRE juga berjalan dalam proyek flare gas to power yang mengubah gas buang menjadi listrik bagi operasional kilang, mendukung target Net Zero Emission (NZE).

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menambahkan bahwa pengembangan energi hijau rendah karbon menjadi strategi penting perusahaan.

"Pemanfaatan energi hijau diharapkan semakin meningkat, tak hanya untuk mendorong tercapainya dekarbonisasi dari kegiatan Pertamina sendiri (scope 1), namun secara konkrit memberikan dampak yang baik bagi lingkungan dan mendukung target NZE Pemerintah Indonesia tahun 2060,” ujar Fadjar.

Sebagai pemimpin dalam transisi energi, Pertamina terus memperkuat program-program berkelanjutan yang sejalan dengan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) dan mendukung capaian Sustainable Development Goals (SDGs) nasional.

(tim)

No more pages