Logo Bloomberg Technoz

“Mungkin [Chevron mau] farm in dahulu ya,” sambungnya, meski menyebut SKK Migas masih belum mendapatkan detail kepastian mengenai rencana Chevron; apakah tetap bakal melakukan proses akuisisi blok atau joint study di Jawa Timur. 

Sekadar catatan, farm in di industri migas merupakan kesepakatan di mana suatu perusahaan mengakuisisi hak partisipasi atau participating interest (PI) dalam proyek migas eksisting.

Sebaliknya, joint study merupakan mekanisme penawaran WK baru di mana para investor dapat mencari data cadangan migas secara independen, dengan risiko dan ongkos yang ditanggung sendiri.

Lelang WK

Lebih lanjut, Asnidar menyebut pemerintah akan melelang sekitar 60 blok migas dalam rentang dua tahun ke depan, di mana salah satu blok yang ditenderkan adalah Akimeugah, atau yang sebelumnya disebut Blok Warim.

Blok Akimeugah, menurut Asnidar, akan menjadi salah satu WK raksasa (giant) yang kemungkinan besar bakal ditawarkan kepada big oil seperti Shell Plc dan Chevron, maupun perusahaan multinasional lainnya.

“[Akimeugah] termasuk. Kita tawarkan semua, siapapun investor yang dapat. Iya [termasuk Chevron dan Shell],” ujarnya.

Pada kesempatan terpisah di acara yang sama, kabar rencana lelang 60 WK tersebut juga dikonfirmasi oleh Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Tri Winarno.

Menurut Tri, proses lelang yang mencakup Blok Akimeugah itu akan dilakukan bertahap. Namun, dia menolak berkomentar apakah blok tersebut nantinya juga akan ditawarkan ke Chevron.

“Ya semua kita tawarin sampai saat ini,” ujarnya singkat.

Fasilitas LNG dan CCS Gorgon, yang dioperasikan oleh Chevron Corp, di Pulau Barrow, Australia./Bloomberg-Lisa Maree Williams

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengonfirmasi desas-desus rencana Chevron Corp untuk kembali masuk dan mengelola aset hulu migas di Indonesia.

Menurut Yuliot, Kementerian ESDM tengah mempercepat proses lelang 30 WK migas untuk tahun ini.

“Jadi ini segera kita lakukan lelang. Jadi salah satu pemain global [yang ikut lelang tersebut] adalah Chevron. Iya, mungkin mereka juga akan kembali, karena mereka juga cukup lama [beroperasi di Indonesia sebelumnya] dan juga punya pengalaman cukup di bidang hulu migas,” kata Yuliot saat ditemui di kantornya, Jumat (16/5/2025).

Chevron memiliki rekam jejak yang cukup panjang di Indonesia. Melalui PT Chevron Pacific  Indonesia (CPI), perusahaan global itu pernah menjadi kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) di Blok Rokan sejak 1971. 

Namun, operasionalnya beralih ke PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) sejak 9 Agustus 2021. 

-- Dengan asistensi Nyoman Ary Wahyudi dan Mis Fransiska Dewi

(wdh)

No more pages