Dari sisi pekerja pendukung, Wahyuningsih atau Cici, yang bekerja sebagai housekeeper di Grha Pertamina, membagikan kisah perjuangannya demi pendidikan anak-anak.
"Saya memang mengambil keputusan untuk bekerja karena untuk menambah pemasukan keluarga meski suami juga bekerja. Namun perjuangan itu tidak akan pernah berhenti karena yang saya mau agar anak-anak bisa mendapatkan pendidikan yang terbaik," ujar Cici.
Menurutnya, dukungan keluarga sangat penting, tetapi seorang ibu juga harus tetap menjalankan kewajibannya. "Semua bisa kita kerjakan bersama-sama di rumah, berbagi tugas di rumah itu penting, namun jangan meninggalkan kewajiban sebagai seorang istri bagi suami dan peran ibu untuk anak-anak," tambah Cici.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendorong pemberdayaan perempuan.
“Peran Perempuan yang mampu berkarya, dapat menjadi energi dan inspirasi antar sesama pekerja. Pertamina senantiasa memberikan kesempatan bagi pekerja perempuan untuk berkarya sesuai bidangnya dan memperkuat kinerja perusahaan,” kata Fadjar.
Fadjar menambahkan, Hari Kartini menjadi momen refleksi bagi seluruh insan Pertamina untuk terus menyalakan semangat perubahan dan pemberdayaan, khususnya di sektor energi.
“Tema Energi untuk Inspirasi mengajak seluruh perempuan untuk terus berkontribusi dalam bidang apapun, baik di dalam pekerjaan maupun masyarakat luas, karena perempuan telah memberikan energi untuk menginspirasi dalam kerja kerasnya, dimanapun, kapanpun akan memberikan dampak positif untuk sesama," pungkasnya.
Sebagai perusahaan energi nasional, Pertamina berkomitmen mendukung target net zero emission 2060 melalui program-program berbasis keberlanjutan, sejalan dengan penerapan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnisnya.
(tim)






























