“Sehingga, sampai lima tahun ke depan, BRI tidak perlu menambah modal. Artinya, berapa pun laba yang diperoleh, layak untuk dibagi (sebagai dividen),” jelas Sunarso.
Berdasarkan laporan keuangan Perusahaan, Bank BBRI berhasil mencatatkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk, dengan laba per lembar saham mencapai 399.
Estimasi dividen 2025 berdasarkan rasio dividen dari paparan tersebut adalah 85%, dengan itu, hasilnya terbilang Rp339 yang akan jadi acuan dividen yang dibagikan kepada investor.
Dengan harga saham BBRI saat ini ada di harga Rp3.610/saham, bisa disimpulkan dividend yield Bank BRI menyentuh 9,39% untuk tahun buku 2024 keseluruhan.
Namun dengan catatan, Bank BRI sebelumnya sudah membagikan dividen interim tahun buku 2024 sebesar Rp135. Lantas asumsi dividen tahun penuh 2024 Rp339 akan dikurangi terlebih dahulu, yang hasilnya Rp204.
Jika diasumsikan dengan data tersebut, Bank BRI berpotensi membagikan dividen mencapai Rp204 per lembar saham. Dengan dividend yield berpotensi di angka 5,65%.
Pembagian Dividen BBRI Lebih Besar
Sebagai informasi, Bank Rakyat Indonesia atau Bank BRI mencatat laba bersih mencapai Rp60,15 triliun sepanjang 2024. Dengan asumsi rasio dividen sebesar 85%, Bank BRI berpotensi mengucurkan dividen mencapai Rp51,12 triliun, atau Rp339 per lembar saham kepada investor.
Adapun pada tahun buku 2023 sebelumnya, Bank BRI (BBRI) membagikan dividen senilai Rp48,1 triliun dengan rasio dividen 80% dari laba bersih. Dividend yield dari dividen BBRI kala itu mencapai 4,98%.
(fad)































