Cerita Warga soal Cuaca Panas Boros Listrik, Biaya Hidup Naik
Dinda D
21 October 2026 14:40

Bloomberg Technoz, Jakarta - Cuaca panas yang melanda sejumlah wilayah RI membuat penggunaan pendingin ruangan atau air conditioner (AC) dan kipas angin berpotensi meningkat. Kondisi ini dapat memengaruhi konsumsi listrik rumah tangga, terutama ketika AC digunakan lebih lama untuk menjaga suhu ruangan tetap nyaman.
Salah satu warga, Aga, mengaku mulai merasakan pengeluaran listriknya meningkat pada Oktober ini. Biasanya, token listrik yang dibelinya cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga tanggal 28 setiap bulan. Namun, kali ini dia sudah harus mengisi ulang token pada tanggal 20.
"Perasaan gue gitu. Baru tanggal 20 udah tit tat tit tut token," ujar Aga melalui pesan kepada Bloomberg Technoz, Rabu (21/10).
Aga memperkirakan pengeluaran listriknya pada bulan ini meningkat sekitar 10%-15% dibandingkan biasanya. Dia menduga kenaikan tersebut berkaitan dengan penggunaan AC yang hampir seharian di dua kamar saat cuaca panas.
Dengan daya listrik 1.300 VA, Aga memperkirakan pengeluaran listriknya yang biasanya berada di kisaran Rp700.000 kini mendekati Rp850.000. Meski angka tersebut masih berupa perkiraan, dia merasa kebutuhan pengisian token listrik pada bulan ini lebih cepat dibandingkan biasanya.































