Logo Bloomberg Technoz

Hercules dan GRIB Jaya Geruduk Kantor ATR Soal Sengketa Lahan

Merinda Faradianti
20 October 2026 11:20

Ketua Umum GRIB Jaya sekaligus Dewan Kehormatan SBNI, Hercules Rozario Marshal (Tangkapan layar IG @gribjaya_id)
Ketua Umum GRIB Jaya sekaligus Dewan Kehormatan SBNI, Hercules Rozario Marshal (Tangkapan layar IG @gribjaya_id)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Hercules Rosario de Marshal bersama sejumlah anggotanya mendatangi Kementerian Agraria dan Tata Ruang atau Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Organisasi masyarakat yang kerap menawarkan jasa pengamanan tersebut hendak menuntut penyelesaian sengketa lahan. 

Hercules mengatakan kedatangannya bertujuan memperjuangkan masyarakat yang merasa tidak mendapatkan pelayanan yang adil dalam persoalan pertanahan. Dia juga menyinggung soal Menteri ATR/BPN Nusron Wahid yang kini tengah terseret dalam penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan korupsi pengurusan hak guna bangunan (HGB).

“Hari ini keadilan kami di sini untuk menagih, untuk mengejar pemerintah ATR, Saudara Nusron Wahid, yang sekarang ini sudah dipanggil-panggil KPK atau lari ke mana-mana,” kata Hercules dikutip dari video yang diunggah di Instagram GRIB Jaya, Selasa (20/10/2026).


Dia menyebut, GRIB Jaya juga meminta pembatalan konflik kepemilikan tanah Arjuna Bowling dan lahan seluas 65 hektare yang terkait dengan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA). Pasalnya, Hercules mengeklaim status hak milik atas lahan seluas 65 hektare itu telah berubah menjadi HGB.

“Yang kedua, minta juga Summarecon yang HGB, 12 HGB, dari hak milik, dari hak milik diubah menjadi HGB, minta untuk dikembalikan ke haknya, sebagai hak milik, seluas 65 hektare milik Summarecon,” tambah dia.