Ekonom: Beban Bunga Utang Tembus Rp450T, Ruang Fiskal kian Sempit
Redaksi
19 October 2026 13:30

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi Utang Luar Negeri (ULN) per akhir Agustus mencapai US$ 459,3 miliar. Dengan asumsi kurs US$ 1 sama dengan Rp 17.898. ULN Indonesia setara Rp 8.220,55 triliun. Angka tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
Sementara hingga akhir kuartal II-2026, posisi utang pemerintah mencapai Rp10.293,69 triliun sampai 30 Juni 2026. Angka ini naik 3,76% dari level utang pada Maret 2026 yang sebesar Rp9.920,42 triliun.
Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet menilai meski kondisi ini belum menjadi alarm kebakaran, tetapi sudah merupakan alarm dini yang tidak boleh diabaikan.
“Persoalannya bukan semata rekor nominal utang luar negeri, melainkan biaya utang yang terus meningkat ketika kemampuan penerimaan negara tidak tumbuh sepadan,” kata Yusuf kepada Bloomberg Technoz, Senin (19/10;2026).
Yusuf menilai, alarm yang sebenarnya terletak pada biaya utang. Hingga September 2026, pembayaran bunga utang telah mencapai Rp444,5 triliun, sementara penerimaan pajak tercatat Rp1.607 triliun.


























