Logo Bloomberg Technoz

Ekonom: Putusan MSCI Ikut Andil Kerek Premi Risiko Utang RI

Redaksi
20 October 2026 13:10

MSCI bekukan penyesuaian free float, rebalancing Februari batal (Diolah)
MSCI bekukan penyesuaian free float, rebalancing Februari batal (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Putusan MSCI terkait dengan pasar modal Indonesia mau tak mau turut mendorong kenaikan premi risiko utang Indonesia, di tengah tekanan pasar surat utang yang tercermin dari kenaikan Credit Default Swap (CDS) ke level 98,34, dari kisaran 91 pada awal bulan ini.

Hal ini diamini oleh Chief Economist Bank Permata, Josua Pardede yang  menyebut bahwa pengumuman MSCI memang memiliki andil terhadap kenaikan premi risiko gagal bayar Indonesia atau CDS tenor lima tahun hingga sekitar 97 basis poin, meskipun bukan satu-satunya penyebab.

Ia menyebut, sebelum pengumuman MSCI, pada 15 Oktober 2026, CDS Indonesia berada di sekitar 94,66 basis poin, kemudian meningkat menjadi 96,15 basis poin pada sesi pertama perdagangan 16 Oktober, dan kini mendekati 97 basis poin.


“Kenaikan ini menunjukkan bahwa investor global mulai meminta kompensasi risiko yang lebih tinggi untuk memiliki eksposur terhadap Indonesia,” kata Josua kepada Bloomberg Technoz, Selasa (20/10/2026)

MSCI sendiri sebenarnya menilai kelayakan investasi dan tata kelola pasar saham, bukan kemampuan pemerintah Indonesia membayar utang. Namun, ketika MSCI mempertanyakan transparansi kepemilikan saham, integritas perdagangan, dan efektivitas pengawasan, investor dapat menafsirkan persoalan tersebut sebagai sinyal meningkatnya risiko kelembagaan.