“Melalui proyek ini, IFCCI mempertemukan komunitas Prancis dan Indonesia dalam sebuah pengalaman budaya yang bermakna, sekaligus memperkuat hubungan yang menjadi landasan kerja sama kami. Musik memiliki kekuatan unik untuk menyatukan masyarakat lintas budaya dan bahasa,” ujar keduanya dalam keterangan resmi.
Menurut mereka, penyelenggaraan konser juga sejalan dengan misi IFCCI dalam menghubungkan komunitas bisnis Indonesia dan Prancis serta membangun hubungan kerja sama jangka panjang.
“Kami ingin melangkah lebih jauh dari sekadar satu malam pertunjukan, dengan menciptakan peluang pertukaran baru antara seniman, institusi, dan dunia usaha, serta membuka jalan bagi kolaborasi berkelanjutan,” lanjut mereka.
Dalam pertunjukan tersebut, pemain biola sekaligus konduktor Stefan Plewniak akan memimpin orkestra dengan menghadirkan sejumlah penyanyi opera internasional.
Mereka terdiri atas countertenor Théo Imart, soprano Marie Zaccarini, dan countertenor Stéphane Wolf. Dua nama terakhir merupakan anggota Academy of the Royal Opera of Versailles.
Repertoar konser akan mengangkat karya komponis Italia Giovanni Guido yang dikenal melalui interpretasinya terhadap The Four Seasons. Pertunjukan juga akan memadukan karya sejumlah komponis ternama, antara lain Antonio Vivaldi, George Frideric Handel, Jean-Philippe Rameau, Johann Adolf Hasse, dan Riccardo Broschi.
Direktur Opéra Royal dan Château de Versailles Spectacles Laurent Brunner mengatakan lawatan orkestra tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan musik klasik Versailles kepada penonton internasional.
“Membawa Orchestre de l’Opéra Royal dalam tur berarti menghidupkan repertoar yang kami kembangkan di Versailles bagi penonton baru. Di Jakarta, kami berharap dapat berbagi energi dan emosi musik ini sekaligus membuka dialog dengan para seniman Indonesia,” kata Laurent.
Kedatangan orkestra tersebut juga menjadi bagian dari penguatan kerja sama budaya bilateral yang sebelumnya disepakati Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Kedua kepala negara meluncurkan strategi kebudayaan bersama melalui Deklarasi Borobudur saat kunjungan kenegaraan Macron ke Indonesia pada 29 Mei 2025.
Kesepakatan tersebut diarahkan untuk memperkuat kerja sama kedua negara dalam bidang warisan budaya serta industri budaya dan kreatif.
Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Timor Leste, dan ASEAN Fabien Penone menyebut penyelenggaraan konser ini mencerminkan semakin eratnya kemitraan budaya antara kedua negara.
“Penampilan Royal Opera of Versailles di Jakarta menunjukkan semakin kuatnya kemitraan budaya antara Prancis dan Indonesia. Kami bekerja sama melalui proyek nyata yang didasarkan pada pertukaran seni,” ujar Fabien.
Selain konser utama, penyelenggara juga menyiapkan sejumlah kegiatan yang melibatkan musisi dan pelajar musik Indonesia.
Pada 25 Oktober 2026, kegiatan terbuka untuk publik akan digelar di Institut Français d’Indonésie. Selanjutnya, pada 26 Oktober 2026, latihan terbuka dan kelas khusus atau masterclass akan berlangsung di The Resonanz Music Studio.
Kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada pelajar dan musisi Indonesia untuk berinteraksi langsung dengan para seniman Versailles sekaligus mempelajari teknik dan pendekatan mereka dalam bermusik.
Direktur The Resonanz Music Studio Avip Priatna menilai kehadiran orkestra tersebut menjadi kesempatan langka bagi penikmat musik klasik di Indonesia.
“Menyaksikan langsung Orchestra of Versailles akan menjadi pengalaman yang sangat berharga. Dengan penguasaan teknik dan kualitas artistik kelas dunia, yang dilengkapi instrumen autentik dari era Barok, pertunjukan luar biasa ini merupakan kesempatan langka yang tidak boleh dilewatkan,” kata Avip.
Adapun tiket pertunjukan telah mulai dipasarkan melalui platform tiket.com. Penyelenggara juga menyediakan kategori Circle Royal Experience melalui situs resmi acara di versailles.ifcci.com.
(tim)

























