"Capaian kunjungan wisman dari Januari sampai dengan Agustus 2026 ini merupakan capaian tertinggi sejak tahun 2020," ujarnya.
Berdasarkan negara asal menurut paspor, wisatawan pemegang paspor Malaysia menjadi penyumbang kunjungan wisman terbesar sepanjang Agustus 2026 dengan porsi 18,52%. Berikutnya, Australia sebesar 10,75% dan Tiongkok sebesar 10,16%.
Secara bulanan, kunjungan wisman pemegang paspor Malaysia dan Tiongkok mengalami peningkatan. Sementara kunjungan wisatawan dengan paspor Australia mengalami penurunan. Adapun secara tahunan, kunjungan dari ketiga negara tersebut sama-sama mengalami peningkatan.
Jika dilihat berdasarkan pintu masuk utama, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menjadi salah satu pintu masuk dengan jumlah kunjungan wisman terbesar. Wisatawan Mancanegara yang masuk melalui bandara tersebut didominasi oleh wisatawan dengan paspor Australia.
Perjalanan Wisnus Capai 842,15 Juta
Di sisi lain, BPS mencatat perjalanan wisatawan Nusantara (Wisnus) di dalam negeri mencapai 104,30 juta perjalanan pada Agustus 2026. Jumlah tersebut turun 2,92% dibandingkan Juli 2026, tetapi meningkat 11,47% dibandingkan Agustus 2025.
Secara kumulatif, jumlah perjalanan Wisnus sepanjang Januari hingga Agustus 2026 mencapai 842,15 juta perjalanan. Angka ini meningkat 4,29% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Ateng menyebut capaian perjalanan Wisnus tersebut merupakan yang tertinggi untuk periode Januari–Agustus sejak 2019.
"Capaian untuk kunjungan Wisnus Januari sampai dengan Agustus 2026 ini merupakan capaian tertinggi kalau teman-teman lihat di grafik sejak tahun 2019 yang lalu," kata Ateng.
Perjalanan Wisnas Turun
Sementara itu, jumlah perjalanan wisatawan nasional (Wisnas) atau orang Indonesia yang melakukan perjalanan ke luar negeri tercatat 643,69 ribu perjalanan pada Agustus 2026.
Jumlah tersebut turun 19,81% secara bulanan dan 6,02% secara tahunan. Penurunan secara bulanan terutama dipengaruhi oleh normalisasi mobilitas setelah periode puncak perjalanan pada Juni-Juli yang bertepatan dengan masa liburan sekolah.
"Penurunan perjalanan Wisnas secara bulanan terutama mencerminkan adanya normalisasi mobilitas pada peak travel season-nya, yaitu di bulan Juni sampai Juli, dan berakhir dengan berakhirnya liburan sekolah," ujar Ateng.
Secara kumulatif, perjalanan Wisnas sepanjang Januari hingga Agustus 2026 mencapai 5,91 juta perjalanan. Angka tersebut turun 3,56% dibandingkan dengan periode yang sama pada 2025.
(dec/spt)
































