Sejak diluncurkan di Indonesia pada April 2026, penggunaan Group Ride menunjukkan peningkatan. Grab mencatat jumlah perjalanan menggunakan fitur tersebut meningkat lebih dari 30 kali lipat dalam lima bulan.
Data internal Grab juga menunjukkan bahwa 32% perjalanan Group Ride dilakukan oleh pengguna yang sebelumnya sudah lama tidak menggunakan aplikasi Grab atau belum pernah menggunakan GrabCar. Hal tersebut menunjukkan perjalanan bersama menjadi salah satu konteks penggunaan yang dapat memperkenalkan layanan GrabCar kepada pengguna.
Penggunaan Group Ride paling banyak tercatat di kota-kota besar. Jakarta menjadi kota dengan penggunaan tertinggi, disusul Bali, Bandung, dan Surabaya.
Dari sisi aktivitas, pekerja menjadi salah satu kelompok pengguna yang cukup banyak memanfaatkan fitur tersebut. Group Ride digunakan untuk perjalanan menuju kantor, menghadiri rapat, maupun pulang bersama setelah menyelesaikan aktivitas pekerjaan.
Hampir 7 dari 10 perjalanan Group Ride berlangsung pada hari kerja. Perjalanan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan pekerjaan, tetapi juga aktivitas setelah jam kantor.
Sekitar 54% perjalanan Group Ride berlangsung pada waktu pulang kantor atau setelah selesai bekerja. Pada periode tersebut, pengguna memanfaatkannya untuk bepergian bersama menuju restoran, pusat perbelanjaan, maupun tempat berkumpul lainnya.
Penggunaan juga berlanjut hingga malam hari ketika pengguna hendak pulang setelah berkumpul atau menjalani aktivitas bersama. Dalam kondisi tersebut, satu perjalanan dapat digunakan untuk mengakomodasi beberapa penumpang dengan titik jemput dan tujuan yang berbeda.
“Artinya, Group Ride telah menjadi bagian dari mobilitas sehari-hari pengguna di kota-kota besar, terutama bagi pekerja yang bepergian bersama setelah bekerja, baik untuk pulang ke rumah maupun melanjutkan aktivitas bersama. Di saat yang sama, pengguna juga mencari cara untuk bepergian dengan lebih praktis dan hemat,” imbuh Haekal.
Cara Mengatur Perjalanan Melalui Satu Akun
Penggunaan Group Ride dimulai dari halaman Transport di aplikasi Grab. Host kemudian memilih fitur Group Ride, memasukkan titik jemput dan tujuan awal, lalu membagikan tautan undangan kepada teman, keluarga, atau rekan kerja.
Dalam satu perjalanan, hingga tiga orang lainnya dapat bergabung bersama host. Setiap anggota yang menerima undangan dapat membuka tautan tersebut dan memasukkan titik jemput serta tujuan masing-masing.
Setelah seluruh anggota melengkapi informasi perjalanan, host dapat meninjau seluruh titik perjalanan yang telah dimasukkan. Host juga dapat mengatur urutan rute sebelum pemesanan diselesaikan.
Sistem Grab kemudian membantu mengoptimalkan rute dengan mempertimbangkan jarak, kondisi lalu lintas, dan waktu perjalanan. Setiap anggota dapat melihat informasi perjalanan melalui aplikasi, termasuk detail rute dan bagian tarif yang perlu dibayarkan.
Skema pembayaran juga dibuat fleksibel. Host memiliki tiga pilihan, yakni membayar seluruh ongkos perjalanan, membagi tarif secara rata kepada seluruh anggota, atau menggunakan pembagian tarif secara proporsional berdasarkan perhitungan rute masing-masing penumpang.
Pilihan pembagian secara proporsional menjadi salah satu fitur yang dapat digunakan ketika titik jemput dan tujuan setiap anggota berbeda. Perhitungan tersebut mempertimbangkan faktor seperti jarak dan kondisi lalu lintas.
“Group Ride membantu membuat perjalanan bersama menjadi lebih praktis. Cukup melalui satu akun, host dapat mengundang anggota, mengatur perjalanan ke tujuan yang sama maupun berbeda, dan memilih cara pembagian ongkos yang paling sesuai. Dengan begitu, pengguna dapat menyepakati biaya perjalanan sejak awal tanpa perlu melakukan perhitungan tambahan setelah perjalanan selesai,” ungkapnya.
Pembagian Ongkos Lebih Transparan
Selain membantu mengatur rute, Group Ride dirancang untuk mengurangi kebutuhan menghitung dan menagih ongkos secara manual setelah perjalanan berakhir.
“Group Ride memberikan fleksibilitas bagi pengguna untuk menentukan cara pembagian ongkos yang paling sesuai dengan kebutuhan perjalanan mereka, sekaligus membuat biaya yang harus dibayarkan setiap anggota lebih transparan sejak awal,” kata Haekal.
Host dapat menentukan apakah seluruh ongkos akan dibayarkan sendiri atau dibagi bersama anggota perjalanan. Pembagian juga dapat dilakukan secara rata maupun proporsional sesuai perjalanan masing-masing penumpang.
Dengan skema proporsional, setiap penumpang dapat mengetahui bagian ongkos berdasarkan perjalanan yang dijalani. Hal ini menjadi relevan ketika anggota memiliki titik jemput maupun tujuan berbeda dalam satu perjalanan.
Informasi mengenai bagian ongkos tersebut dapat dilihat masing-masing anggota melalui aplikasi sebelum perjalanan dimulai. Dengan demikian, anggota grup dapat mengetahui biaya yang perlu disiapkan sejak awal.
Fitur ini juga berpotensi memberikan penghematan dibandingkan pemesanan perjalanan secara terpisah. Besarnya penghematan tetap bergantung pada rute dan jumlah penumpang yang ikut dalam perjalanan.
Berdasarkan data internal Grab, sekitar 73,3% perjalanan Group Ride tercatat menghasilkan rata-rata penghematan sebesar 54,6% dibandingkan pemesanan secara terpisah.
“Dengan mengatur satu perjalanan bersama, Group Ride juga berpotensi membantu pengguna menghemat hingga 50% dibandingkan memesan perjalanan secara terpisah, terutama ketika beberapa penumpang memiliki rute yang berdekatan atau searah. Besarnya penghematan dapat berbeda bergantung pada rute dan jumlah penumpang,” tutup Haekal.
Selain aspek biaya, Grab tetap menyediakan fitur keselamatan selama perjalanan. Host dan anggota Group Ride dapat mengakses Safety Centre serta menerima notifikasi Trip Monitoring selama perjalanan, sesuai fitur yang berlaku di aplikasi.
Grab juga mengimbau pengguna untuk hanya membagikan tautan undangan kepada orang yang dikenal atau dipercaya. Sebelum menyelesaikan pemesanan, pengguna disarankan memastikan titik jemput, tujuan, urutan rute, dan pilihan pembayaran telah sesuai.
Setelah perjalanan dipesan dan Mitra Pengemudi dialokasikan, perubahan terhadap detail perjalanan akan mengikuti ketentuan yang berlaku di aplikasi Grab.
Untuk mengetahui ketersediaan serta ketentuan penggunaan Group Ride, pengguna dapat membuka aplikasi Grab dan mengakses halaman Transport.
Kehadiran Group Ride menjadi bagian dari pengembangan layanan mobilitas Grab untuk kebutuhan perjalanan yang melibatkan beberapa penumpang. Dengan satu pemesanan, pengguna dapat mengatur rute, mengundang anggota, serta menentukan mekanisme pembayaran dalam satu rangkaian perjalanan.
Grab sendiri merupakan aplikasi super yang beroperasi di sektor pengantaran, mobilitas, dan keuangan digital di Asia Tenggara. Perusahaan melayani lebih dari 800 kota di delapan negara, termasuk Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Filipina, Kamboja, dan Myanmar.
(tim)






























