Peningkatan permintaan direspons oleh dunia usaha dengan meningkatkan produksi. Laju peningkatan produksi pada September menjadi yang tercepat sejak Februari,yang mencerminkan perbaikan daya beli.
“Penciptaan lapangan kerja pun meningkat pada September, seiring dengan kenaikan beban kerja. Bahkan lajunya menjadi yang tercepat sejak Februari tahun lalu,” lanjut laporan S&P Global.
Tekanan biaya input mereda pada September, dengan laju terendah dalam 6 bulan terakhir. Ini direspons dunia usaha dengan memupuk stok bahan baku, dengan laju tercepat sejak Februari.
Persepsi dunia usaha terhadap keseluruhan 2026 tetap positif. Ekspektasi terhadap peningkatan produksi, perbaikan permintaan, rencana ekspansi bisnis, dan harapan harga bahan baku yang lebih terjangkau masih terjaga.
“Sektor manufaktur Indonesia menutup kuartal III-2026 di posisi yang kuat. Produksi dan pekerjaan naik secara solid, bahkan ditopang oleh permintaan ekspor.
“Outlook produksi untuk jangka pendek masih menjanjikan. Dunia usaha masih optimistis menghadapi kondisi 12 bulan ke depan,” tutur Trevor Balchin, Direktur Ekonomi S&P Global Market Intelligence.
(aji)






























