Logo Bloomberg Technoz

Konsensus Bloomberg: Impor Lari Lebih Kencang Ketimbang Ekspor

Redaksi
30 September 2026 11:42

Ekspor Nonmigas RI ke China Melonjak, Asean Susut (Bloomberg Technoz/Asfahan)
Ekspor Nonmigas RI ke China Melonjak, Asean Susut (Bloomberg Technoz/Asfahan)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Konsensus yang dihimpun Bloomberg memproyeksikan kinerja perdagangan Indonesia untuk periode Agustus masih timpang antara ekspor dan impor. Ekspor diperkirakan masih melambat, sementara impor justru melaju kian kencang.

Melansir data konsensus, ekspor Agustus diperkirakan hanya tumbuh 4,15% secara tahunan (year-on-year/yoy). Jika terealisasi, proyeksi itu menunjukkan adanya perlambatan dibandingkan pertumbuhan ekspor Juli yang mencapai 6,05% yoy, dengan nilai US$26,22 miliar.

Sebaliknya, impor Agustus diperkirakan tumbuh 30,47% yoy. Sementara neraca perdagangan diperkirakan surplus US$700 juta, meningkat dari suplus Juli yang sebesar US$122 juta.


China Mulai Pulih? 

Sebagai mitra dagang utama, aktivitas manufaktur China kerap jadi panduan bagi kinerja ekspor Indonesia. Data manufaktur China pada Agustus yang terlihat dari Purchasing Managers' Index (PMI) kembali ke zona ekspansi di 51,7.