Penanganan heatstroke harus dilakukan sesegera mungkin karena dapat mengancam jiwa. Pertolongan awal dapat dilakukan dengan memindahkan penderita ke tempat yang lebih sejuk, melepaskan pakaian berlebih, serta mendinginkan tubuh menggunakan air dingin atau kompres pada area leher, ketiak, dan selangkangan sembari menunggu bantuan medis.
Kepala RSAU dr. Esnawan Antariksa Kolonel Kes dr. Iman Fathurrohman menjelaskan, peristiwa yang dialami Vanreko bermula pada Jumat (25/9/2026), sekitar pukul 09.30 WIB, ketika mendiang menyelesaikan sesi pertama penutupan Latsarmil.
Saat hendak memasuki sesi latihan kedua, Vanreko mengeluhkan pandangan yang gelap serta pusing sebelum akhirnya kehilangan kesadaran. Tim medis kemudian memberikan penanganan darurat akibat heatstroke.
Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi Kemenekraf Kiagoos Irvan Faisal menyampaikan duka cita atas meninggalnya Vanreko. Ia mengatakan partisipasi mendiang dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses penyiapan Komponen Cadangan yang dilaksanakan secara nasional.
"Partisipasi mendiang dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian proses penyiapan Komponen Cadangan yang dilaksanakan secara nasional. Selama rangkaian kegiatan berlangsung, Kementerian Ekraf terus memantau dan melakukan kunjungan sebagai bagian dari pendampingan terhadap pegawai ASN Kementerian Ekraf yang mengikuti program tersebut," kata Kiagoos dalam keterangan tertulis, Selasa (29/9/2026).
Kemenekraf menyampaikan penghormatan dan apresiasi atas pengabdian Vanreko selama menjadi ASN. Kementerian tersebut juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Pertahanan dan instansi terkait dalam penanganan peristiwa tersebut.
"Dengan tetap menghormati proses yang berjalan serta kewenangan pihak terkait dalam menyampaikan informasi resmi mengenai perkembangannya," lanjut Kiagoos.
(dec/del)






























