Logo Bloomberg Technoz

“Sudah bor-bor. Targetnya tahun depan selesai. Administrasinya sudah selesai, anggarannya juga sudah selesai. Yang penting selesai dulu,” tegasnya.

Kawasan peternakan tersebut dirancang sebagai ekosistem terintegrasi, tidak hanya menghasilkan produk peternakan, tetapi juga membangun rantai pasok mulai dari pakan, pembibitan atau day old chicken [DOC], budidaya ayam, produksi telur, hingga pengembangan sapi perah dan susu.

Integrasi ini sekaligus diarahkan untuk memperkuat pasokan pangan bagi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah mendorong agar kebutuhan ayam, telur, dan susu dapat dipenuhi melalui penguatan produksi dalam negeri.

“Dari hulu ke hilir ini holistik. Ada MBG menjadi off-taker ayam, telur, susu. Kemudian di sini produksi telur, ayam, susu,” jelas Mentan Amran.

Penguatan industri pakan menjadi salah satu bagian penting dalam ekosistem tersebut. Jagung yang merupakan bahan baku utama pakan akan didorong berasal dari sentra produksi di sekitar kawasan peternakan.

“Ayam butuh pakan. Pakannya dari jagung. Jagung ini nanti dari Bone, Soppeng, kabupaten tetangga, dari mana saja. Karena ini yang menjadi pakan nanti,” kata Mentan Amran.

Menurutnya, pembangunan pabrik pakan di dekat sentra produksi jagung akan membuat rantai pasok lebih efisien dan menekan biaya logistik. Jagung tidak perlu dikirim ke luar wilayah untuk diolah menjadi pakan, kemudian dikirim kembali ke sentra peternakan.

Selain pabrik pakan, pemerintah juga membangun fasilitas pembibitan atau DOC untuk memperkuat ketersediaan bibit ayam di dalam negeri. Dengan adanya fasilitas tersebut, kebutuhan DOC dapat dipenuhi lebih dekat dengan sentra produksi.

Sementara itu, pengembangan sapi perah diarahkan untuk memperkuat produksi susu nasional. Menurutnya, peningkatan ketersediaan susu menjadi bagian penting dalam pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, terutama anak-anak.

(ain)

No more pages