Logo Bloomberg Technoz

"Kondisi ini semakin menegaskan perlunya menjaga kredibilitas fiskal sembari mengalihkan belanja yang memiliki efek berlapis rendah menuju belanja yang lebih produktif," demikian tercantum dalam hasil rilis Bank Danamon, Senin (14/9/2026).

Selain itu, Pengelolaan Saldo Anggaran Lebih (SAL) akan menjadi salah satu ujian kebijakan dalam jangka pendek. SAL pada akhirnya harus tetap berfungsi sebagai penyangga fiskal, bukan menjadi sumber likuiditas perbankan secara permanen. 

"Oleh karena itu, setiap normalisasi penempatan dana yang ada perlu dilakukan secara bertahap, terukur, dan dapat diprediksi, serta dikoordinasikan dengan Bank Indonesia untuk meminimalkan tekanan terhadap likuiditas dan biaya pendanaan," tutur mereka.

"Secara keseluruhan, kami memperkirakan kebijakan fiskal akan tetap mendukung pertumbuhan ekonomi dengan tetap mempertahankan batas defisit 3% sebagai jangkar utama kredibilitas fiskal. Prioritas kebijakan ke depan semakin perlu bergeser dari sekadar memperluas belanja menuju peningkatan kualitas, multiplier, dan keberlanjutan belanja."

(lav)

No more pages