Logo Bloomberg Technoz

Pengakuannya bahwa China telah membantu menyelamatkan kerajaan bisnis pelayarannya dari krisis keuangan pada 1980-an memicu kekhawatiran di kalangan sejumlah pemimpin bisnis mengenai kesediaannya untuk bertindak secara independen dari Beijing. Kecurigaan tersebut menjadi gambaran awal dari ketegangan yang akan bertahan selama beberapa dekade antara China dan kota semiotonom tersebut.

Masa jabatan Tung sebagai kepala eksekutif, sebutan untuk pemimpin Hong Kong, diwarnai serangkaian krisis, termasuk salah satu demonstrasi pro-demokrasi terbesar di wilayah China sejak tindakan keras di Lapangan Tiananmen pada 1989 serta wabah SARS pada 2003. Diperkirakan 500.000 orang ikut serta dalam aksi protes pada 2003 terhadap upaya pemerintahannya memperkenalkan undang-undang keamanan nasional yang mengancam pembatasan kebebasan yang sangat dijunjung masyarakat kota tersebut. Undang-undang itu akhirnya disahkan pada 2024 setelah pemerintah menyingkirkan anggota parlemen pro-demokrasi dari legislatif setempat.

Program Perumahan

Rencana Tung untuk membangun 85.000 unit hunian setiap tahun guna memenuhi permintaan bertepatan dengan krisis keuangan Asia. Ia pun disalahkan atas anjloknya pasar properti. Puluhan tahun kemudian, manfaat dari proposal tersebut masih menjadi perdebatan, sementara harga rumah di Hong Kong tercatat sebagai yang paling tidak terjangkau di dunia.

Tempat tinggalnya sendiri juga menjadi perhatian. Ia memilih tidak tinggal di Government House, kediaman resmi kepala eksekutif, setelah menyatakan kekhawatiran terhadap “feng shui yang buruk” dari mansion bergaya Art Deco tersebut. Sebaliknya, ia tetap tinggal di rumah miliknya sendiri. Tetangganya, seorang bankir investasi Goldman Sachs, pindah untuk memberi jalan bagi pemerintah menyewa apartemen yang bersebelahan guna menyediakan ruang lebih luas bagi Tung. Ia kemudian membeli apartemen seluas 3.335 kaki persegi tersebut pada 2021 dengan harga HK$160 juta (Rp357 miliar), menurut catatan properti.

Tingkat popularitasnya merosot baik di dalam negeri maupun di Beijing. Pada Desember 2004, Presiden China saat itu, Hu Jintao, meminta pemimpin Hong Kong tersebut untuk meningkatkan kinerjanya. Tung, yang disebut bekerja selama 18 jam sehari, mengundurkan diri pada 2005 di tengah masa jabatan keduanya dengan alasan kondisi kesehatan dan usia yang semakin lanjut. Saat itu, ia berusia 67 tahun.

Pada tahun yang sama, ia ditunjuk sebagai anggota badan penasihat tertinggi China, yakni Konferensi Permusyawaratan Politik Rakyat China. Pada 2014, ia mendirikan Our Hong Kong Foundation, sebuah lembaga pemikir yang beranggotakan sejumlah taipan. Misi lembaga tersebut adalah “berkontribusi terhadap kemakmuran dan stabilitas Hong Kong serta pembangunan berkelanjutannya berdasarkan prinsip ‘Satu Negara, Dua Sistem’.”

Kematian Tung segera menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana dan di mana ia akan dikenang secara resmi, serta apakah Presiden Xi Jinping akan menghadiri acara penghormatan untuknya. Belum ada preseden mengenai hal tersebut karena Tung merupakan mantan pemimpin pertama dari sebuah wilayah administratif khusus China yang meninggal dunia.

Dua Tanggal Ulang Tahun

Tung lahir di Shanghai pada 7 Juli 1937. Berdasarkan kalender lunar yang secara tradisional digunakan untuk menandai hari libur dan pergantian musim di China, tanggal tersebut merupakan hari ke-29 bulan kelima. Karena itu, ketika keluarganya pindah ke Hong Kong sebelum Tung berusia remaja, tanggal lahirnya dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai 29 Mei. Ia tidak pernah mengoreksi catatan tersebut dan tanggal itu tetap tercantum dalam biografi resminya.

“Senang rasanya memiliki dua tanggal ulang tahun,” katanya pada 1997, menurut Post.

Ia merupakan anak pertama dari empat bersaudara dari pasangan taipan pelayaran Tung Chao Yung, pendiri perusahaan yang kini dikenal sebagai Orient Overseas Container Line, dan istrinya, Koo Lee Ching.

Setelah menyelesaikan pendidikan menengah di Hong Kong, Tung melanjutkan studi di Inggris dan lulus dari University of Liverpool pada 1960 dengan gelar di bidang teknik kelautan. Menurut biografinya, ia menghabiskan sembilan tahun bekerja di Amerika Serikat, termasuk di General Electric Co.

Pengalamannya di kedua negara tersebut semakin memperdalam ketertarikannya pada olahraga, termasuk sepak bola dan bola basket. Ia dikenal sebagai penggemar berat Liverpool Football Club. Buku tahunan pemerintah Hong Kong pada 2003 memuat foto Tung mengangkat jersey tim tersebut saat sesi latihan ketika Liverpool berkunjung untuk menjalani laga persahabatan melawan tim Hong Kong.

Tung mengambil alih bisnis keluarga setelah ayahnya meninggal pada 1982. Perusahaan tersebut segera mengalami kesulitan keuangan dan membutuhkan paket penyelamatan senilai US$120 juta yang diatur oleh Henry Fok, salah satu pengusaha Hong Kong yang paling terkemuka dan memiliki kedekatan dengan China. Saat mencalonkan diri sebagai pemimpin Hong Kong, Tung mengakui bahwa sebagian dana tersebut berasal dari sumber keuangan China daratan.

Fok, yang sejak 1993 menjabat sebagai wakil ketua badan penasihat utama parlemen China, dilaporkan memperkenalkan Tung kepada Presiden China saat itu, Jiang Zemin, menurut obituari Fok yang diterbitkan Reuters. Pertemuan tersebut membuka jalan bagi Tung untuk menjadi kandidat pilihan China sebagai pemimpin Hong Kong.

Dalam pemilihan pada Desember 1996 untuk menentukan kepala eksekutif pertama Hong Kong, sebuah komite beranggotakan 400 orang yang ditunjuk pemerintah China memberikan suara mayoritas besar untuk Tung.

Tung menikah dengan Betty Chiu Hung Ping dan memiliki tiga anak.

(bbn)

No more pages