Logo Bloomberg Technoz

Sejumlah video memperlihatkan warga berusaha menyelamatkan diri ketika dinding air dan material longsoran menelan bangunan, merobohkan jembatan, serta menghanyutkan pepohonan, batu-batu besar, dan kendaraan.

Nepal telah mengerahkan sekitar 15.000 personel untuk menjalankan misi penyelamatan yang sulit, termasuk di permukiman yang tertutup lumpur tebal serta proyek pembangkit listrik tenaga air tempat para pekerja terjebak di dalam terowongan.

Militer telah “mengintensifkan operasinya” dan “mengerahkan tim khusus serta secara aktif mengevakuasi jenazah dengan cepat,” kata kantor perdana menteri melalui media sosial.

Upaya penyelamatan di wilayah terpencil tersebut terhambat oleh risiko banjir susulan karena sungai-sungai yang tersumbat lumpur dan material longsoran membentuk danau-danau baru yang tidak stabil di bagian hulu. Otoritas memantau secara ketat danau-danau tersebut, beberapa di antaranya dengan cepat terisi air yang berpotensi meluap melewati tanggul secara tidak terkendali.

Secara terpisah, Perdana Menteri Balendra Shah membantah laporan bahwa Nepal menolak bantuan asing, dengan mengatakan pemerintah tengah berkoordinasi dengan India, China, dan negara-negara lainnya.

Negara tersebut membutuhkan setidaknya “beberapa miliar dolar” untuk memulihkan diri dari kehancuran akibat bencana tersebut, sehingga perekonomian senilai US$45 miliar itu berupaya memperoleh pendanaan internasional guna melakukan rekonstruksi besar-besaran, kata Menteri Keuangan Swarnim Wagle dalam wawancara dengan Bloomberg Television pada Jumat.

(bbn)

No more pages