Logo Bloomberg Technoz

Waktu tunggu bagi kapal yang belum melakukan reservasi terlebih dahulu untuk melintasi jalur air tersebut telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Sejumlah operator bahkan membayar jutaan dolar untuk mendapatkan prioritas dalam antrean.

Saat ini terdapat 14 kapal yang menunggu di dekat kanal tanpa reservasi, sementara total 115 kapal telah dijadwalkan untuk melintas, kata juru bicara Terusan Panama pada Jumat.

Dari 14 kapal tanpa reservasi tersebut, kapal yang hendak melintas ke arah utara menghadapi waktu tunggu maksimum delapan hari, sedangkan kapal yang menuju selatan harus menunggu hingga empat hari, katanya.

Dampak terbesar dirasakan oleh kapal berukuran lebih besar kelas Neopanamax, yang biasanya digunakan untuk mengangkut LPG dari Pantai Teluk AS ke pelanggan di Asia. Menurut para trader, tarif dan waktu tunggu untuk kapal tanker Panamax yang lebih kecil, yang melewati rangkaian pintu air berbeda, belum meningkat sebesar itu.

Di lepas Balboa, kapal tanker Panamax Energia Grandeur tengah memindahkan muatannya ke Eneos Wisdom, kapal tanker kelas Neopanamax. Sebelumnya, Energia Grandeur membawa LPG melintasi Pasifik menuju Jepang sebelum berbalik arah.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa pihak yang mencarter kapal menilai penggunaan kapal tersebut untuk mengangkut gas secara bolak-balik melalui Panama lebih menguntungkan dibandingkan menahannya dalam perjalanan selama sebulan menuju Asia, menurut para trader.

Kedua supertanker tersebut disewa oleh TotalEnergies SE. Perusahaan minyak dan gas asal Prancis itu, bersama Eneos Holdings Inc., yang memiliki saham di perusahaan pengelola kapal Eneos Wisdom, menolak berkomentar. MOL Energia Pte., pemilik sekaligus pengelola Energia Grandeur, tidak merespons permintaan komentar.

Secara terpisah, kemacetan di Terusan Panama telah mendorong supertanker lain, Gas Scorpio, menempuh rute yang jarang digunakan dengan mengitari Amerika Selatan untuk memuat kargo di AS. Perjalanan mahal tersebut menambah sekitar satu bulan waktu transit. Kapal itu saat ini berada di lepas pantai Chile.

Perjalanan serupa terakhir kali dilakukan pada 2023, setelah curah hujan rendah menyebabkan lalu lintas kapal di jalur air tersebut tersendat.

“Pasar LPG global sudah berada dalam kondisi sangat ketat akibat ketegangan di Selat Hormuz, dan Terusan Panama menjadi satu gangguan tambahan yang sebenarnya tidak mampu ditanggung pasar,” kata Julian Renton, analis utama yang mencakup gas alam cair di East Daley Analytics. “Ini merupakan gambaran nyata bagaimana geopolitik, iklim, dan keamanan energi bertabrakan secara langsung.”

(bbn)

No more pages