Logo Bloomberg Technoz

“Pasar menafsirkan pernyataan ini sebagai indikasi bahwa bank sentral AS lebih mungkin menaikkan suku bunga kebijakan pada September dan Desember, sebuah perubahan signifikan dibandingkan ekspektasi sebelum pidato Warsh,” kata Bart Melek, Kepala Strategi Komoditas Global di TD Securities.

Harga emas merosot tajam. (Bloomberg)

Penjualan oleh penasihat perdagangan komoditas yang mengikuti tren (trend-following commodity trading advisers) turut mempercepat penurunan harga emas, menurut para trader.

Menurut Melek, penegasan kuat The Fed terhadap komitmennya pada stabilitas harga, serta keyakinannya bahwa kebijakan moneter tetap menjadi instrumen paling efektif untuk mencapai tujuan tersebut, berarti narasi debasement trade kemungkinan akan diabaikan pasar untuk sementara waktu.

Harga emas sebelumnya mengalami pemulihan kuat dalam beberapa pekan terakhir, dengan harga melonjak setelah suntikan likuiditas mengejutkan dari Departemen Keuangan AS pada pekan lalu mendorong imbal hasil obligasi dan dolar lebih rendah.

Intervensi untuk menekan biaya pinjaman tersebut juga kembali memicu kekhawatiran bahwa kebijakan AS dapat mengikis kepercayaan terhadap dolar dan mendorong investor mencari alternatif — tema yang turut menopang reli emas sebesar 65% pada 2025.

Melek memperkirakan emas akan menghapus sebagian kenaikan terbarunya dan turun menuju batas bawah kisaran perdagangan terbaru, yakni US$4.200–US$4.700 per troy ounce, pada akhir tahun.

“Kenaikan suku bunga di bagian pendek kurva imbal hasil seharusnya mengimbangi setiap perbaikan kondisi keuangan yang berasal dari operasi likuiditas Departemen Keuangan di bagian panjang kurva,” katanya.

Harga emas spot turun 2,5% menjadi US$4.481,90 per troy ounce pada pukul 13.19 waktu New York. Perak turun 3,0% menjadi US$67,14 per ounce. Platinum sedikit melemah, sementara paladium menguat. Bloomberg Dollar Spot Index, yang mengukur kinerja dolar AS, naik.

(bbn)

No more pages