Logo Bloomberg Technoz

Warsh menambahkan bahwa kondisi keuangan saat ini belum bersifat restriktif dan suku bunga merupakan “instrumen utama” The Fed untuk menjalankan mandatnya. Namun, dia tidak sampai memberikan sinyal bahwa dirinya akan mendukung kenaikan suku bunga ketika para pejabat The Fed berkumpul pada September.

“Saya berdiri di sini hari ini dengan berkomitmen pada sebuah disiplin, bukan pada sebuah keputusan,” ujarnya.

Imbal hasil Treasury AS bertenor dua tahun melonjak lebih dari 0,1 poin persentase menjadi di atas 4,3%, sementara imbal hasil tenor 30 tahun relatif stabil di sekitar 5,2%. Pergerakan tersebut menunjukkan ekspektasi bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga jangka pendek dan menahan tekanan harga.

Probabilitas tersirat kenaikan suku bunga pada September meningkat menjadi di atas 50%, dari sekitar 36% sebelum pidato tersebut, berdasarkan kontrak futures federal funds.

“Ketua Warsh memberikan apa yang diinginkan pasar, yakni lebih banyak detail mengenai pandangannya terhadap data saat ini, khususnya inflasi,” kata Omair Sharif, Presiden Inflation Insights LLC.

“Tentu saja, dia tidak memberikan petunjuk mengenai tindakan kebijakan di masa depan. Dalam hal itu, ini tampaknya menjadi situasi yang menguntungkan bagi Warsh maupun pasar.”

Warsh melanjutkan dengan mengatakan bahwa, dengan inflasi masih berada di atas 2%, fokus utama The Fed kini adalah harga. Dia juga menegaskan bahwa data terbaru belum sepenuhnya memberikan keyakinan.

“Meskipun data PCE dan CPI musim panas ini lebih baik dari perkiraan, data tersebut tidak menunjukkan kepada saya bahwa tren yang mendasari telah membaik secara berarti,” kata Warsh.

“Harga-harga di pasar menunjukkan keyakinan bahwa kami akan mencapai stabilitas harga. Dan saya dapat memastikan kepada Anda, mereka benar.”

The Fed dijadwalkan menerima data harga konsumen untuk Agustus pada 11 September, laporan yang dapat menjadi penentu penting dalam pertemuan berikutnya pada 15–16 September.

Richard Clarida, mantan Wakil Ketua The Fed, mengatakan kepada Bloomberg Television bahwa setiap pertemuan The Fed kini bersifat “live”, yang berarti perubahan suku bunga mungkin terjadi.

Jika para pejabat The Fed tidak melihat adanya perbaikan dalam inflasi, tambahnya, “Mereka siap menaikkan suku bunga.”

Kejelasan Baru

Pernyataan Warsh yang sangat dinantikan tersebut muncul di tengah kritik terhadap strategi komunikasinya yang lebih terbatas. Para ekonom dan pelaku pasar menilai strategi tersebut kurang memberikan kejelasan mengenai prospek jangka pendek ekonomi dan kebijakan moneter.

Pernyataannya tampak menjawab kekhawatiran tersebut, dengan memberikan pandangan yang lebih jauh dari sebelumnya mengenai kondisi ekonomi serta prioritas kebijakan The Fed di bawah kepemimpinannya.

“Marilah kita juga sama-sama jelas mengenai aspek lain dari tujuan tersebut: Stabilitas harga tidak akan tercapai dengan sendirinya, dan inflasi juga tidak selalu kembali ke rata-ratanya secara otomatis. Tugas The Fed adalah memastikan terciptanya harga yang stabil,” ujarnya.

Para ekonom terpecah mengenai apakah The Fed perlu menaikkan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang untuk meredam inflasi yang masih bertahan di atas target bank sentral sebesar 2%.

Dalam pertemuan kebijakan Juli, The Fed mempertahankan suku bunga. Namun, beberapa pejabat mendukung kenaikan suku bunga dan banyak pejabat mengindikasikan bahwa pengetatan kebijakan akan diperlukan jika inflasi tidak menurun, berdasarkan risalah pertemuan tersebut.

Warsh mendapat kritik luas atas penampilannya dalam konferensi pers setelah pertemuan tersebut. Para pengkritiknya menilai dia gagal menjelaskan alasan komite mempertahankan suku bunga. Dia juga menghindari memberikan sinyal bahwa komite mungkin perlu menaikkan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang dan mengisyaratkan bahwa target inflasi FOMC dapat diubah.

Investor merespons dengan mendorong imbal hasil obligasi bertenor lebih panjang ke level tertinggi dalam hampir dua dekade, yang kemungkinan menunjukkan berkurangnya kepercayaan terhadap komitmen The Fed pada target inflasi 2%.

Dalam pidatonya, Warsh menjelaskan pergeseran sikapnya sebelumnya yang menjauh dari pemberian sinyal mengenai arah suku bunga dalam waktu dekat, yang dikenal sebagai forward guidance. Menurutnya, praktik tersebut dapat berperan dalam situasi krisis, tetapi dalam kondisi lain justru dapat menyesatkan rumah tangga dan dunia usaha.

Dia menolak seruan agar dirinya secara eksplisit menjelaskan prospek kebijakan dalam waktu dekat dan mengatakan bahwa pasar perlu membentuk pandangannya sendiri mengenai kondisi ekonomi.

“Saya berharap pemahaman kita mengenai ekonomi cukup presisi sehingga dapat memberikan jawaban yang mekanis dan sudah teruji,” kata Warsh. “Namun, pengetahuan kita belum sejauh itu — setidaknya belum saat ini — dan faktor-faktor yang paling relevan dalam pelaksanaan kebijakan moneter yang tepat berubah seiring waktu.”

Pemungutan suara pada Juli menjadi kali kelima secara berturut-turut para pejabat memilih untuk mempertahankan suku bunga setelah tiga kali pemangkasan pada akhir 2025.

Sejak keputusan tersebut, data-data terbaru secara umum menunjukkan perlambatan aktivitas ekonomi, yang dapat mengurangi tekanan bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga.

Penjualan ritel turun pada Juli dengan penurunan terbesar dalam lebih dari setahun, sementara inflasi inti tetap terkendali. Pada saat yang sama, perusahaan secara tak terduga mengurangi jumlah tenaga kerja pada Juli dan data perekrutan dalam dua bulan sebelumnya direvisi lebih rendah.

(bbn)

No more pages