Logo Bloomberg Technoz

Pabrik West Lafayette, yang menempati lahan seluas 133,5 acre, akan menjadi basis pengemasan memori bandwidth tinggi (HBM) pertama SK Hynix di AS. Ruang bersihnya diperkirakan akan beroperasi pada Oktober 2028, dengan produksi massal HBM generasi berikutnya dijadwalkan dimulai pada paruh kedua tahun 2029, kata Kwak dalam acara tersebut. Saat beroperasi penuh, pabrik ini akan menjadi pusat HBM utama yang mempekerjakan sekitar 1.000 orang, ucap dia.

HBM merupakan bagian tak terpisahkan dari booming perangkat kecerdasan buatan (AI) global, karena chip tersebut dibutuhkan dalam sistem akselerasi AI canggih milik Nvidia Corp. Hal itu telah membantu SK Hynix tumbuh menjadi perusahaan dengan nilai pasar terbesar kedua di Korea Selatan, tepat di belakang Samsung Electronics Co., yang juga terdorong oleh permintaan yang melonjak untuk HBM dan produk memori lainnya.

Kioxia berspesialisasi dalam memori flash NAND, jenis penyimpanan yang dapat mempertahankan data bahkan saat daya dimatikan.

Struktur pemegang saham perusahaan yang berbasis di Tokyo ini berubah setelah mantan induk perusahaannya, Toshiba Corp., mengurangi kepemilikannya awal bulan ini, sehingga menjadikan BCPE Pangea Cayman2—sebuah kendaraan investasi untuk saham yang dialokasikan bagi SK Hynix—sebagai pemegang saham terbesar Kioxia dengan kepemilikan sebesar 14,19%.

SK Hynix Mungkin Tambahkan $130 Miliar Lagi pada Imbal Hasil, Kata JPMorgan (Bloomberg)

SK Hynix memegang obligasi yang dapat dikonversi menjadi “hampir seluruh” hak suara BCPE Pangea Cayman2, menurut laporan tahunan Kioxia.

Kioxia mengidentifikasi kepemilikan SK Hynix sebagai faktor risiko dalam laporan tersebut, dengan mengutip potensi terjadinya konflik kepentingan.

SK Hynix merupakan bagian dari konsorsium yang dipimpin Bain Capital yang mengakuisisi Kioxia dari Toshiba pada tahun 2018. Berdasarkan ketentuan investasi tersebut, SK Hynix setuju untuk mempertahankan hak suaranya di Kioxia pada tingkat 15% atau kurang hingga tahun 2028, kecuali jika produsen chip asal Jepang tersebut menyetujui kepemilikan saham yang lebih besar.

Saat ditanya apakah SK Hynix dapat memperluas investasinya di AS, Kwak menolak memberikan rincian. 

Kwak mengatakan perusahaan tetap terbuka untuk berinvestasi di lokasi yang dapat menyediakan akses yang andal terhadap listrik, air, dan tenaga kerja terampil. “Kami terbuka untuk di mana saja, tetapi sejauh ini belum ada keputusan,” katanya.

Kwak juga mengatakan SK Hynix terus meninjau kemungkinan pencatatan saham anak perusahaannya di AS yang bergerak di bidang NAND, Solidigm. Awal bulan ini, SK Hynix menyatakan bahwa Solidigm sedang mempertimbangkan “berbagai langkah untuk memperkuat daya saingnya” usai media Korea Selatan melaporkan bahwa perusahaan tersebut sedang mengupayakan penggalangan dana pra-IPO sebesar antara 5 triliun won hingga 10 triliun won.

SK Hynix mengatakan pada saat itu bahwa belum ada keputusan yang diambil dan bahwa perusahaan akan memberikan pengumuman lebih lanjut setelah rinciannya dikonfirmasi atau dalam waktu satu bulan.

(red)

No more pages