Perseroan menjelaskan kenaikan tersebut terutama didorong oleh peningkatan skala operasi setelah akuisisi Aster Chemicals and Energy pada April 2025 serta integrasi jaringan SPBU bermerek Esso pada Januari 2026.
Dari sisi segmen usaha, bisnis energi menjadi penyumbang pendapatan terbesar dengan nilai US$3,33 miliar, meningkat 184,4%.
Segmen kimia membukukan pendapatan US$1,96 miliar atau naik 16%, sedangkan segmen infrastruktur menyumbang US$64,6 juta atau meningkat 13,9%.
Dari sisi neraca, total aset meningkat menjadi US$13,77 miliar hingga akhir Juni 2026, dari US$12,32 miliar pada akhir 2025. Total liabilitas naik menjadi US$8,80 miliar, dari sebelumnya sebesar US$7,67 miliar.
Sedangkan total ekuitas bertambah menjadi US$4,96 miliar, dari sebelumnya US$4,66 miliar.
Sementara itu, arus kas bersih dari aktivitas operasi berbalik positif menjadi US$9,6 juta pada semester I 2026, dibandingkan arus kas keluar US$118,3 juta pada periode yang sama tahun lalu.
Belanja modal juga meningkat menjadi US$283,8 juta, dari sebelumnya US$181,9 juta.
(cpa/naw)































