Logo Bloomberg Technoz

Pernyataan Kim muncul ketika AS dan Iran tengah menjalani perundingan untuk mencapai perjanjian damai permanen setelah menandatangani nota kesepahaman (MoU) pekan lalu guna menghentikan konflik. Pemerintahan Presiden Donald Trump berupaya memastikan adanya mekanisme yang dapat mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir, meskipun masih terdapat keraguan mengenai kemungkinan terobosan dalam isu inspeksi nuklir.

Peserta rapat partai di Korut secara bulat mengakui bahwa “menjalankan sepenuhnya posisi sebagai negara pemilik senjata nuklir merupakan cara paling tepat dan satu-satunya untuk secara aktif dan percaya diri menghadapi situasi militer dan politik internasional yang tidak dapat diprediksi dan semakin kompleks dalam berbagai aspek,” demikian laporan KCNA.

Dalam kesempatan tersebut, Kim juga memaparkan rencana untuk memperluas kemampuan pertahanan negara, termasuk pembangunan kapal penjelajah rudal strategis berpemandu berbobot 10.000 ton serta pangkalan angkatan laut baru.

Pekan lalu, Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung meminta bantuan Presiden AS Donald Trump untuk membuka kembali dialog dengan Korut saat keduanya bertemu dalam KTT G-7 di Prancis, di mana Korea Selatan hadir sebagai negara tamu. Lee sebelumnya memperingatkan bahwa Korut kini mampu memproduksi material nuklir dengan kecepatan yang memungkinkan negara itu menambah hingga 20 senjata nuklir setiap tahun.

Trump sendiri telah bertemu Kim sebanyak tiga kali pada masa jabatan pertamanya sebagai presiden. Namun, pertemuan-pertemuan tersebut gagal meyakinkan pemimpin Korut itu untuk menghentikan ambisi nuklirnya. Sejak saat itu, Kim berkembang menjadi salah satu sekutu utama Presiden Rusia Vladimir Putin dalam perang di Ukraina, sekaligus mempercepat pembangunan kekuatan militernya dan mengabaikan upaya Seoul untuk memperbaiki hubungan bilateral.

“Setelah mengevaluasi posisi dan peran teknologi nuklir yang semakin maju dalam pengembangan kekuatan penangkal perang kami di masa depan, pidato penutup menekankan bahwa dengan teknologi nuklir sebagai fondasi, rencana-rencana yang lebih luas, inovatif, dan menjanjikan akan dijalankan dengan kecepatan yang semakin meningkat,” tulis KCNA.

(bbn)

No more pages