Pendapatan dari aktivitas yang melibatkan “partisipasi langsung” artisnya, termasuk penjualan album dan musik, konser, serta iklan, naik 25,2 persen secara tahunan menjadi 403,7 miliar won. Penjualan album dan musik, khususnya, hampir dua kali lipat menjadi 271,5 miliar won, didorong oleh penjualan album penuh kelima milik BTS, “Arirang,” yang dirilis bulan lalu.
“Album tersebut terjual 3,98 juta kopi hanya pada hari pertama perilisannya. Data dari perusahaan analitik musik global Luminate menunjukkan LP itu terjual 208.000 kopi dalam satu minggu, yang merupakan angka tertinggi untuk grup mana pun sejak pencatatan dimulai pada 1991,” kata Hybe.
Album tersebut memuncaki tangga lagu Billboard 200 selama tiga minggu berturut-turut, yang pertama bagi artis K-pop, sementara single utamanya, “Swim,” menjadi lagu ke-7 grup tersebut yang menempati posisi No. 1 di tangga lagu Billboard Hot 100.
Artis lain di bawah Hybe, termasuk Enhypen, Katseye, dan Cortis, juga berkontribusi terhadap pertumbuhan tersebut, menurut perusahaan.
Pendapatan dari “partisipasi tidak langsung” artis, yang termasuk merchandise, lisensi, konten, dan keanggotaan klub penggemar, naik 65,5 persen menjadi 294,7 miliar won, didukung oleh permintaan kuat untuk produk terkait tur dan penjualan awal (presales) untuk tur dunia BTS yang sedang berlangsung.
Hybe mengatakan pihaknya memperkirakan pendapatan dan laba operasional akan meningkat pada kuartal kedua, didorong oleh rilisan baru dari berbagai grup, termasuk Tomorrow X Together, TWS, dan ILLIT, serta pengakuan penjualan dari tur BTS.
CEO Lee Jae-sang mengatakan dalam konferensi panggilan bahwa pertunjukan yang terjual habis di stadion dengan kapasitas lebih dari 50.000 kursi membuktikan daya tarik global BTS.
“Antusiasme penggemar yang kuat di seluruh Amerika Utara, Eropa, dan Asia menunjukkan ekspansi global K-pop,” tambahnya.
(spt)































