“Pembiayaan mikro akan menjadi pendorong ekspansi neraca BBRI. Seiring dengan biaya dana yang lebih rendah, penurunan suku bunga, dan stimulus pemerintah akan membantu mempertahankan marjin,” sebut riset itu.
Laba bersih BBRI, lanjut riset Bloomberg, memang turun pada sembilan bulan pertama 2025. Namun pada 2026, laba bersih akan kembali meningkat seiring pemulihan pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII).
Marjin BBRI, tambah riset Bloomberg, bisa bertambah karena penurunan suku bunga simpanan. Saat ini suku bunga simpanan sudah turun 40 basis poin (bps) karena persaingan yang tidak terlalu sengit dan penempatan dana pemerintah sebesar Rp 55 triliun.
“Ini membuat BBRI berada di posisi yang kuat untuk mencapai atau bahkan melebihi target pendapatan bunga bersih (Net Interest Margin/NIM) di 7,3-7,7% untuk 2025,” tegas riset Bloomberg.
Penyaluran kredit BBRI tumbuh 6,3% pada sembilan bulan pertama 2025. Ke depan, angkanya bisa lebih tinggi lagi karena stimulus pemerintah, demikian riset Bloomberg.
Pandangan Pasar
Sedangkan riset Sucor Sekuritas menyebut laba BBRI berpotensi naik seiring perbaikan likuiditas dan peningkatan permintaan kredit. Laba bersih pada 2026 diperkirakan bisa mencapai Rp 60,3 triliun (naik 6,3% yoy) dan pada 2027 menjadi Rp 66,5 triliun (tumbuh 10,2% yoy).
“Kenaikan laba bersih akan ditopang pertumbuhan kredit yang kuat, normalisasi biaya kredit, serta stabilnya NIM,” tulis riset Sucor.
Sucor menghitung bahwa valuasi saham BBRI dengan pendekatan Price to Earnings (P/E) saat ini ada di 9,2 kali. Dengan pendekatan Price to Book Value (PBV), valuasi BBRI ada di 1,5 kali.
“Dengan begitu, harga saham BBRI mencerminkan diskon yang atraktif,” ungkap riset Sucor.
Oleh karena itu, Sucor menyematkan predikat beli (buy) terhadap saham BBRI. Target harga ada di Rp 5.200. Dibandingkan hari ini, ada potensi keuntungan mencapai 33%.
Adapun riset Maybank Sekuritas Indonesia juga mempertahankan rekomendasi buy untuk saham BBRI. Target harga yang dipasang adalah Rp 4.900 atau ada potensi keuntungan 25,32%.
“Biaya kredit dan penurunan laba bersih sudah menyentuh dasar pada semester I-2025. Kami memperkirakan kinerja BBRI sepanjang 2025 akan sesuai dengan ekspektasi,” sebut riset Maybank Sekuritas.
Pertumbuhan kredit BBRI pada 2025, menurut proyeksi Maybank Sekuritas, bisa mencapai 8%. Pertumbuhan kredit akan terakselerasi seiring proyek-proyek pemerintah yang bisa ikut mengerek permintaan sektor mikro.
(red)































