Logo Bloomberg Technoz

BPKH Hadirkan Forum Internasional Dana Haji pada ISEF 2026


(Dok. BPKH)
(Dok. BPKH)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) memperkuat strategi pengelolaan dana haji berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi global, peningkatan biaya penyelenggaraan ibadah haji, serta tuntutan transparansi publik. Dengan dana kelolaan mencapai Rp185,73 triliun per September 2026, BPKH mendorong tata kelola dan investasi yang mampu menjaga manfaat bagi jemaah saat ini sekaligus generasi mendatang.

Upaya tersebut akan dibahas dalam 8th International Hajj Fund Forum (IHFF) 2026 pada 15 Oktober 2026. Forum ini menjadi bagian dari rangkaian Indonesia Shariah Economic Festival (ISEF) 2026 dan mengangkat tema “Sustainable Hajj Fund Management Through Strategic Synergy and Digital Transformation”.

Melalui forum internasional tersebut, BPKH berupaya memperkuat dialog mengenai tata kelola keuangan haji, investasi yang bertanggung jawab, serta kolaborasi antarlembaga dalam membangun ekosistem haji dan umrah yang tangguh.


Pengelolaan dana haji menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari ketidakpastian ekonomi global dan dinamika pasar keuangan hingga kebutuhan menjaga likuiditas untuk membiayai penyelenggaraan ibadah. Di saat yang sama, pengelolaan dana juga dituntut tetap mengedepankan prinsip syariah, kehati-hatian, transparansi, dan akuntabilitas.

Besarnya dana yang dikelola membuat keputusan investasi dan pengelolaan risiko menjadi aspek penting. Strategi yang diterapkan perlu menjaga keseimbangan antara kebutuhan jemaah yang akan berangkat dalam waktu dekat dan keberlanjutan manfaat bagi calon jemaah yang masih menunggu giliran.

BPKH Dorong Sinergi dan Transformasi Digital