Logo Bloomberg Technoz

PASAR ENERGI

Amankan Minyak, RI Didesak Cari Kontrak via Jalur Pintas Timteng

Sabrina Mulia Rhamadanty
07 October 2026 12:40

Pipa minyak di Teluk Persia./dok. Bloomberg
Pipa minyak di Teluk Persia./dok. Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta – Indonesia disarankan segera mengamankan kontrak minyak mentah dari jalur pintas Timur Tengah guna mengantisipasi potensi gangguan pasokan akibat makin tak menentunya konflik di Selat Hormuz.

Pakar energi dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Yayan Satyakti menilai opsi pengalihan ini krusial untuk menjaga ketahanan energi nasional.

Menurutnya, pemerintah dan badan usaha terkait perlu memprioritaskan pemasok Timur Tengah yang memiliki akses muat di luar jalur rawan Selat Hormuz, seperti pelabuhan Yanbu di Arab Saudi, Fujairah di Uni Emirat Arab (UEA), serta Oman. 


“[Hal] yang menjadi catatan ini memang dari Timteng ya, tetapi aksesnya di luar Selat Hormuz, jadi relatif lebih aman,” ungkap Yayan saat dihubungi Bloomberg Technoz, Rabu (7/10/2026). 

Rute-rute transit Hormuz./dok. Bloomberg

Langkah mitigasi ini dinilai amat mendesak mengingat fluktuasi harga minyak mentah global dapat berdampak langsung pada anggaran subsidi energi dan beban kas PT Pertamina (Persero).