Logo Bloomberg Technoz

Sektor peternakan telur di Sidrap juga telah mengadopsi teknologi untuk meningkatkan produktivitas. Menurutnya, penggunaan teknologi tersebut memungkinkan produktivitas ayam petelur lebih tinggi dibandingkan metode konvensional.

Dengan demikian, ia menilai potensi pertumbuhan ekonomi daerah juga dapat berasal dari sektor lain selama mampu meningkatkan produktivitas dan nilai tambah.

"Jadi intinya adalah kalau daerah itu mau tumbuh tinggi tidak perlu harus berbasis tambang. Bisa kalau dia punya sumber daya alam lainnya asal dinaikkan produktivitasnya kemudian digerakkan agar bisa menciptakan nilai tambah yang lebih tinggi untuk ekonomi di wilayah tersebut," terang dia. 

Sebelumnya, BPS menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 tercatat sebesar 5,29% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibanding ekonomi kuartal II-2025.

M. Edy Mahmud, Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS menyebut dari sisi pengeluaran, komponen pengeluaran yang memberikan kontribusi terbesar pada PDB adalah konsumsi rumah tangga dengan kontribusi sebesar 53,32%, tumbuh 5,06% secara yoy. Disusul kemudian Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi langsung dengan kontribusi 29,36% dan tumbuh 6,87%. Kontribusi total kedua komponen ini sebesar 82,68%.

Edy menyebut, komponen pengeluaran yang tumbuh tinggi yaitu konsumsi pemerintah yang didorong oleh peningkatan realisasi belanja pegawai serta belanja barang dan jasa pada triwulan II-2026. Menurut BPS, belanja pemerintah mencatatkan kenaikan sebesar 15,97%.

"Jika dilihat dari sumber pertumbuhannya pada triwulan II-2026 ini konsumsi rumah tangga masih menjadi sumber pertumbuhan terbesar yakni sebesar 2,67%. Selain itu pertumbuhan ekonomi triwulan II-2026 juga ditopang oleh komponen PMTB dengan sumber pertumbuhan sebesar 2,06% dan konsumsi pemerintah memberikan sumber pertumbuhan sebesar 1,07%," pungkas dia. Sementara itu Edy juga menyebut bahwa net export mencatatkan penurunan sebesar 0,78%.

(prc/wep)

No more pages