Logo Bloomberg Technoz

PASOKAN ENERGI

DMO Batu bara untuk Semen Dinilai Perlu Revisi Jadi US$100/Ton

Sabrina Mulia Rhamadanty
06 October 2026 10:40

Trigon Pacific Terminal, yang memuat batu bara metalurgi dan termal serta kokas minyak bumi./Bloomberg-James MacDonald
Trigon Pacific Terminal, yang memuat batu bara metalurgi dan termal serta kokas minyak bumi./Bloomberg-James MacDonald

Bloomberg Technoz, Jakarta – Pengamat Hukum Energi Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan (PUSHEP) Bisman Bachtiar mengusulkan harga batu bara program domestic market obligation (DMO) untuk industri semen direvisi menjadi senilai US$100/metrik ton (mt).

"Sekitar US$100 per [metrik] ton bisa menjadi titik awal yang cukup realistis dan moderat," ungkap Bisman saat dihubungi Bloomberg Technoz, Selasa (6/10/2026).

Bisman menilai gangguan pasokan batu bara pada industri semen yang sempat terjadi beberapa waktu lalu kemungkinan bersifat sementara, lantaran dipicu oleh El Niño yang berdampak pada penurunan muka air di jalur sungai, hingga menyebabkan logistik batu bara terganggu. 

Batu bara dari tongkang dimuat ke atas truk di Pelabuhan Cirebon, Jawa Barat, Indonesia./Bloomberg-Dimas Ardian

Namun, permasalahan tersebut menjadi kian serius ketika berbenturan dengan persoalan kelancaran pasokan untuk pemenuhan program DMO. 

Menurut Bisman, harga DMO batu bara alias domestic price obligation (DPO) untuk industri semen dan pupuk yang berlaku saat ini, yaitu senilai US$90/mt, dianggap sudah tidak layak serta tidak sejalan dengan kenaikan biaya produksi dan distribusi.