“INA-LAC 2026 di Cili menegaskan pentingnya memilih konektivitas daripada fragmentasi dengan memperkuat hubungan perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Amlatkar, memperluas kerja sama lintas sektor, serta membangun kemitraan ekonomi yang lebih beragam dan tangguh,” kata Havas melalui keterangan tertulis, Selasa (6/10/2026).
Dengan perusahaan pertambangan Cile, Elecmetal, Havas mengusulkan pembentukan Indonesia–Cile Industrial Bridge di sektor pertambangan yang melibatkan Inalum, Freeport, dan Codelco.
Dia juga mendorong dilakukannya kerja sama pengelolaan tailing atau limbah pengolahan produksi tambang yang ramah lingkungan dan pemanfaatannya lebih lanjut.
Sektor Migas
Dalam kesempatan itu, Havas juga melakukan pertemuan dengan BUMN migas Brasil, Petrobas. Havas mendorong penjajakan kontrak jangka panjang hingga partisipasi dalam lelang blok migas di Indonesia.
Dia menyatakan Petrobras turut menyatakan kesiapannya bekerja sama dengan PT Pertamina (Persero) untuk menghadapi perkembangan geopolitik.
“Cili dan sejumlah negara Amerika Latin merupakan pemasok utama komoditas tembaga dan litium dunia, sementara Indonesia terus mempercepat pengembangan hilirisasi mineral dan ekosistem kendaraan listrik,” sebagaimana tertulis dalam keterangan Kementerian Luar Negeri.
Sekadar catatan, Cili mencatat kinerja produksi tembaga terendah dalam lebih dari 15 tahun pada Agustus. Hal ini makin memperparah penurunan produksi di negara pemasok terbesar logam tersebut.
Situasi ini turut menjelaskan kondisi pasar global yang semakin ketat serta lonjakan harga hingga mencapai rekor tertinggi.
Penurunan terbaru ini menambah kesulitan yang dihadapi sektor pertambangan Cili sepanjang tahun ini.
Cuaca musim dingin yang ekstrem dan gangguan operasional pelabuhan menghambat aktivitas pada Agustus, menyusul badai yang sebelumnya telah melanda sejumlah tambang di wilayah utara pada Juli.
Gangguan-gangguan tersebut memperparah tantangan yang lebih luas, termasuk penurunan kualitas bijih, kecelakaan kerja, dan berbagai kendala lain di beberapa tambang terbesar di negara tersebut.
Menurut data yang dirilis oleh badan statistik nasional INE, produksi Agustus turun 13% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi 369.500 metrik ton.
Angka ini merupakan yang terendah untuk bulan mana pun sejak Februari 2011—bahkan lebih rendah dibandingkan tingkat produksi saat terjadi aksi mogok kerja pada tahun 2017 di tambang Escondida milik BHP Group, tambang tembaga terbesar di dunia.
Penurunan ini menambah tekanan pada industri yang telah berjuang selama bertahun-tahun untuk memulihkan tingkat produksi ke level tertinggi sebelumnya, meski harga tembaga sedang tinggi dan investasi mencapai miliaran dolar.
Pihak berwenang Cili telah berulang kali menurunkan ekspektasi mereka untuk produksi 2026, di mana pemerintah memperingatkan kemungkinan penurunan sebesar 7% pada tahun ini.
(azr/wdh)





























