Logo Bloomberg Technoz

Mengutip keterbukaan informasi, struktur pemegang saham pengendali baru menunjukkan PT DSST Mas Gemilang memiliki 99% saham IMBS, sedangkan 1% sisanya dimiliki PT Sinarmas Sukses Sejahtera.

Lewat struktur tersebut, Franky Oesman Widjaja tercantum sebagai pemilik manfaat akhir atau ultimate beneficial owner (UBO) KETR.

Dengan masuknya IMBS, perubahan pengendalian tersebut tidak hanya mengubah pemegang saham pengendali KETR, tetapi juga membawa perseroan ke dalam ekosistem bisnis Grup Sinar Mas.

KETR akan masuk ke dalam afiliasi bisnis dengan PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA), PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) hingga PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL).

Adapun, KETR bergerak di bidang infrastruktur jaringan telekomunikasi, termasuk jasa pemeliharaan dan pengelolaan kabel komunikasi serta penyediaan sistem komunikasi kabel serat optik laut dan darat.

Dalam dokumen yang sama, KETR menyebut perubahan pengendalian tidak memberikan dampak negatif terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan maupun kelangsungan usaha perseroan.

Perseroan juga mengungkapkan adanya potensi sinergi setelah perubahan pengendalian. KETR menyebut pengambilalihan tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kinerja perseroan melalui strategi bisnis baru dan optimalisasi ekosistem infrastruktur jaringan telekomunikasi.

Adapun IMBS sebelumnya menyampaikan bahwa aksi pengambilalihan KETR dilakukan karena melihat prospek pertumbuhan bisnis perseroan seiring meningkatnya kebutuhan terhadap infrastruktur telekomunikasi dan konektivitas data di Indonesia. Selain itu, pengendali IMBS juga memiliki kegiatan usaha di sektor infrastruktur kabel serat optik sehingga terdapat peluang sinergi bisnis.

Di sisi lain, masuknya Sinar Mas ke KETR memperkuat eksposur grup tersebut pada bisnis infrastruktur digital. Selain KETR, ekosistem Sinar Mas melalui DSSA telah memiliki bisnis yang terkait dengan infrastruktur telekomunikasi dan fiber optik. KETR dapat memperluas portofolio tersebut melalui bisnis jaringan kabel serat optik laut maupun darat.

(fik/naw)

No more pages