Nyoman Adhi bukanlah nama baru di BPK. Pria kelahiran 1974 tersebut saat ini masih menjabat sebagai Anggota I BPK RI sejak 2022. Bahkan sebelum itu, ia pun juga sudah menjabat sebagai Plt. Anggota V BPK RI pada Januari 2022-April 2022.
Nyoman Adhi juga pernaha menjabat sebagai Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Kanwil DJBC Sulbagsel pada 2019.
Secara riwayat pendidikannya, mengutip dari situs resmi BPK, Nyoman Adhi merupan lulusan S1 Ekonomi Universitas Indonesia tahun 2000 dan S2 Akutansi dan Ekonomi Universitas Indonesia pada 2003 dan 2005.
2. Khaidri Abdurrahman
Khaidir Abdurrahman saat ini merupakan Direktur Hubungan Kelembagaan di Asabri. Sebelum bergabung dengan Asabri, jejak karirnya di mulai pada 2006 dengan menjadi project officer Japanes red Cross di Banda Aceh. Lalu berlanjut menjadi anggota DPRK Aceh Utara pada 2009-2014, dan anggota DPR RI Komisi IX pada 2014-2019.
Sementara itu, catatan pendidikannya menunjukkan bahwa lelaki kelahiran Aceh tersebut merupakan Magister Administrasi Publik Universitas Malikussaleh tahun 2019, dan Sarjana Ilmu Politik di Universitas Malikussaleh pada 2016.
3. Agung Nur Prabohudono
Mengutip dari situs resmi Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS), Agung Nur Prabohundono diketahui merupakan Guru Besar Bidang Akuntasi perguruan tinggi tersebut.
Saat ini ia menjabat sebagai Kepala Program Studi S3 Ilmu Ekonomi UNS pada 2024, setelah sebelumnya menjabat sebagai Kepala Program Studi S1 Akuntansi sejak 2021.
Jejak pendidikannya diketahui juga dimulai melalui UNS dengan program studi Akutansi pada 2005. Selanjutnya pendidikan strata dua-nya dilakukan di Universitas Gadjah Mada pada 2008, dan S3 di Curtin University pada 2012.
4. Diana
Diana merupakan seorang Ahli Madya di lingkungan BPK RI, sebagaimana disampaikan oleh DPD RI.
Kendati demikian, tak banyak informasi beredar mengenai profilnya, namun ia menjadi salah satu nama yang direkomendasikan DPD RI untuk menjalani proses uji kelayakan dan kepatutan di DPR RI.
5. Asep Rahmat Suwandha
Asep merupakan lulusan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) pada 1996 dan Universitas Indonesia (UI) pada 2000, sebelum melanjutkan gelar masternya di bidang ekonomi bisnis di Institut Pertanian Bogor pada 2015.
Saat ini, Asep menjabat sebagai Direktur Keuangan BPJS Ketenagakerjaan sejak 2021. Menariknya, Asep justru lebih lama berada di lembaga anti rasuah RI yakni KPK. Ia menjabat sebagai Koordinator Sekretaris Strategi Nasional Pencegahan Korupsi dan Koordinator Koordinasi dan Pengawasan Wilayah VI, II, dan IV.
6. Iggi Haruman Achsien
Iggi Haruman merupakan Sekretaris Jenderal Masyarakat Ekonomi Syariah. Lelaki kelahiran 1977 ini diketahui merupakan lulusan sarjana ekonomi Universitas Indonesia dan menyelesaikan S2-nya secara double degree yakni di ITB dan Aalto University Finlandia.
Saat ini Iggi tengah menjabat sebagai Komisaris PT PLN Indonesia Power sejak awal tahun ini.
7. Martuama Saragi
Martuama saat ini merupakan anggotan BPK perwakilan Proovinsi Papua. Lelaki kelahiran 1965 asal Sumatra Utara ini merupakan lulusan S3 Ilmu Pemerintahan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).
Ia sebelumnya juga menjabat sebagai Kepala Sub Auditorat Keuangan Negara III BPK-RI pada 2018.
8. A. Iskandar Zulkarnain
Mengutip dari halaman resmi miliknya, Iskandar disebut sebagai akademisi-praktisi senior dengan pengalaman lebih dari 35 tahun di bidang keuangan publik, keuangan syariah, manajemen risiko, dan tata kelola.
Rekam jejak karirnya salah satunya sebagai Chief Investment Officer Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) pada 2017 hingga 2022. Saat ini ia diketahui menjadi Komisaris Independen Perusahaan Fintech Singapura.
9. Bunyamin
Bunyamin menjadi salah satu dari 10 calon anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI periode 2026–2031 yang direkomendasikan oleh DPD RI untuk menjalani proses uji kelayakan dan kepatutan di DPR RI.
Tak banyak informasi yang beredar, namun menurut keterangan DPD RI, Bunyamin saat ini menjabat sebagai Kepala Internal Audit PT Asuransi Jiwa IFG.
10. Sapta Haryana.
nama terakhir yakni Sapta Haryana. Sapta diketahui merupakan Anggota Komite BPH Migas.
(lav)































