Foto-foto tersebut memperlihatkan Kim bersama putrinya sedang mengamati proses peluncuran dan layar monitor yang menampilkan lintasan terbang rudal.
Menurut laporan KCNA, Kim Jong Un menyatakan bahwa Korea Utara harus terus menunjukkan "keandalan dan daya hancur yang mematikan" dari senjata ofensif strategisnya kepada para musuh.
Ia menggambarkan latihan ini sebagai bagian dari upaya memperkuat kemampuan pencegahan nuklir negara, serta menegaskan bahwa tidak akan ada perubahan dalam kebijakan tersebut.
Sementara itu, militer Korea Selatan meningkatkan pengawasan dan kesiapsiagaan, serta menganalisis data penerbangan rudal tersebut bersama otoritas Amerika Serikat.
Kantor Keamanan Nasional Kepresidenan Korea Selatan juga menggelar rapat darurat pada Sabtu dan mendesak Pyongyang untuk menghentikan peluncuran yang dinilai melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB.
"Peluncuran rudal balistik oleh Korea Utara merupakan pelanggaran serius terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB," tegas Kementerian Pertahanan Korea Selatan dalam pernyataan resminya pada Minggu (4/10/2026).
"Kami mendesak Korea Utara untuk segera menghentikan tindakan yang meningkatkan ketegangan di Semenanjung Korea dan berpartisipasi dalam upaya mewujudkan perdamaian," tambah mereka.
(bbn)





























