Kemudian, dia meraih gelar Master of Arts (MA) in Economics dari University of Colorado, Boulder, USA dan gelar Doctor of Philosophy (PhD) in Economics dari University of Colorado, Boulder, USA.
Perjalanan panjangnya berseragam abdi negara sejatinya telah dimulai sejak 1 Maret 1995 silam. Ia dengan sabar meniti tangga karier dari bawah di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak (DJP).
Karirnya terus melejit hingga akhrinya menjadi Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu (Kini DJSEF) pada 2011 lalu. Dia juga pernah menjadi Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan, terakhir menjadi Dirjen Anggaran pada 2025 lalu.
Nurkholisoh Ibnu Aman
Pengangkatan Nurkholisoh menarik perhatian karena kariernya lebih banyak dibangun di lingkungan Bank Indonesia (BI), khususnya dalam bidang riset ekonomi dan keuangan.
Sebelum masuk pemerintahan sebagai Wamenkeu, ia tercatat sebagai Senior Researcher di Bank Indonesia Institute. Profil profesionalnya menyebut Nurkholisoh sebagai ekonom bank sentral dengan spesialisasi keuangan, berdasarkan akun pribadi LinkedIn-nya.
Sebelum itu, ia juga pernah menjadi Auditor Senior di Kantor Akuntan Publik (KAP) Ernst & Young (EY) pada 2004-2005, sebelum menjadi ekonomi senior BI pada 2006 hingga 2019.
Latar belakang akademiknya juga cukup kuat di bidang keuangan. Nurkholisoh memperoleh gelar sarjana teknik dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 2002.
Ia kemudian melanjutkan pendidikan master di Chalmers University of Technology, Swedia, pada 2004. Ia kemudian meraih MBA dari University of Chicago Booth School of Business pada 2012 dan menyelesaikan PhD bidang Finance di University of Edinburgh Business School pada 2025.
Di Bank Indonesia, Nurkholisoh juga terlibat dalam sejumlah penelitian yang berkaitan langsung dengan sistem keuangan. Salah satunya adalah kajian mengenai sekuritisasi aset perbankan yang diterbitkan sebagai BI Working Paper WP/08/2025.
Di lingkungan BI Institute, Nurkholisoh juga aktif dalam kegiatan diseminasi riset dan forum akademik. Pada 2025, misalnya, ia menjadi moderator dalam Forum Kajian Pembangunan yang membahas transformasi digital dan revitalisasi industri.
Pada 2026, ia juga tercatat sebagai moderator sejumlah agenda diseminasi riset Bank Indonesia di Universitas Airlangga.




























