Logo Bloomberg Technoz

Aset Syariah Tembus Rp3.131 T, RI Klaim Jadi Modal Ekonomi 8%

Pramesti Regita Cindy
14 October 2026 13:37

Ilustrasi ⁠Menggali Makna Keuangan Syariah dalam Kehidupan Sehari-hari (Envato/Diolah)
Ilustrasi ⁠Menggali Makna Keuangan Syariah dalam Kehidupan Sehari-hari (Envato/Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pemerintah mendorong ekonomi syariah menjadi salah satu sektor andalan untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi mencapai 6% pada 2027, bahkan bisa menyentuh 8% dalam jangka menengah. 

Hal ini disampaikan Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Wibowo menanggapi data terkait total aset keuangan syariah Indonesia yang diklaim telah mencapai Rp3.131 triliun. Dia menyebut capaian tersebut diklaim menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah dengan pangsa pasar sebesar 11,36% terhadap total aset keuangan nasional.

‎"Indonesia juga peringkat ketiga dunia untuk sukuk berdasarkan nilai aset," kata Dradjad dalam pembukaan Indonesia Sharia Economic Forum (ISEF) 2026 di Jakarta, Rabu (14/10/2026). 


Dradjad menilai peluang pengembangan ekonomi syariah masih sangat besar seiring meningkatnya permintaan pasar global. Belanja konsumsi muslim global pada tahun 2029 diprediksikan akan mencapai hampir US$3,6 triliun, dengan aset keuangan syariah global mencapai US$9,72 triliun. 

Sejalan dengan berbagai capaian dan melihat peluang yang ada, pemerintah kata Dradjad mendorong ekonomi syariah menjadi salah satu sektor andalan pemerintah untuk menopang pertumbuhan ekonomi.