Selain 52 Juta Tak Aktif, Penyakit Katastropik Picu Defisit BPJS
Dinda D
30 September 2026 11:40

Bloomberg Technoz, Jakarta - BPJS Kesehatan mengungkap adanya kesenjangan antara pendapatan iuran dan biaya manfaat yang mencapai sekitar Rp14 triliun. Kondisi ini terjadi di tengah masih adanya 52 juta peserta JKN yang berstatus tidak aktif dan meningkatnya biaya pelayanan penyakit katastropik.
Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah mengatakan, hingga bulan ini pendapatan iuran tercatat sekitar Rp118 triliun. Sementara itu, biaya manfaat yang harus dibayarkan mencapai sekitar Rp132 triliun.
"Kesenjangan tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya pemanfaatan atau utilisasi layanan kesehatan oleh peserta JKN. Termasuk pembiayaan penyakit berbiaya tinggi (katastropik) yang membutuhkan biaya besar seperti jantung, kanker, gagal ginjal, dan lain-lain," kata Rizzky dalam keterangan tertulis, Rabu (30/9/2026).
Menurut Rizzky, peningkatan pemanfaatan layanan kesehatan tersebut ikut mendorong kenaikan biaya pelayanan yang harus ditanggung oleh Dana Jaminan Sosial (DJS) Kesehatan. Di sisi lain, besaran iuran peserta disebut sudah sekitar enam tahun belum mengalami penyesuaian, sementara inflasi medis dan biaya pelayanan kesehatan terus meningkat.
"Di sisi lain, besaran iuran sudah sekitar enam tahun belum mengalami penyesuaian, sementara inflasi medis dan biaya pelayanan kesehatan terus meningkat," lanjutnya.
































