Logo Bloomberg Technoz

Pekerja bukanlah “unit yang dapat dipertukarkan,” kata tim penulis studi tersebut.

“Peluang kerja bisa melimpah, namun tetap membuat jutaan pekerja kehilangan pekerjaan jika posisi-posisi tersebut membutuhkan keterampilan, kualifikasi, lokasi, atau struktur gaji yang berbeda dari pekerjaan saat ini.”

AI membuat sebagian pasar tenaga kerja akan serta otonom. Karyawan di Amerika Serikat bakal mencari profesi baru.

Studi McKinsey menemukan bahwa karyawan penuh waktu yang paling mungkin harus berganti pekerjaan terkonsentrasi dalam tiga kelompok, yaitu tim support kantor dan administrasi, tim ritel dan sales, serta transportasi logistik.

Hal itu mencakup pekerjaan seperti perwakilan customer-service , kasir, dan pekerja gudang. Banyak di antaranya adalah pekerja berpenghasilan rendah, yang menurut proyeksi laporan tersebut akan hampir delapan kali lebih mungkin harus berganti pekerjaan dibandingkan pekerja berpenghasilan lebih tinggi.

Seperti banyak proyeksi lain, analisis ini bergantung pada faktor-faktor yang sulit diprediksi, termasuk seberapa cepat perusahaan mengadopsi AI dan bagaimana hal tersebut memengaruhi permintaan tenaga kerja di berbagai sektor. 

Penelitian ini juga memperhitungkan tren yang lebih luas yang membentuk permintaan tenaga kerja, termasuk populasi yang menua di negara tersebut. Mengingat ketidakpastian tersebut, para penulis memperkirakan bahwa antara 6 hingga 16 juta pekerja mungkin perlu beralih profesi.

Laporan tersebut menguraikan beberapa cara yang dapat dilakukan pemerintah federal AS, hingga negara bagian, untuk membantu pekerja menjalani transisi tersebut, termasuk menyediakan data pasar tenaga kerja yang lebih terperinci dan tepat waktu serta mendanai program pelatihan ulang.

Transformasi pasar tenaga kerja sebelumnya, seperti peralihan Amerika dari sektor pertanian, berlangsung jauh lebih bertahap. Namun, ada preseden untuk laju perubahan ini: Tingkat perubahan pekerjaan yang diproyeksikan serupa dengan yang dialami pekerja AS selama pandemi Covid-19, menurut Tanguy Catlin, mitra senior di McKinsey Global Institute dan salah satu penulis laporan tersebut.

“Kami melakukannya selama dua tahun saat pandemi Covid,” katanya. “Anda perlu mengasumsikan bahwa kami dapat mempertahankannya selama sekitar 10 tahun.”

Salah satu faktor yang tidak dipertimbangkan dalam laporan tersebut, lanjut Catlin, adalah apakah permintaan akan tenaga kerja di beberapa bidang pekerjaan bisa turun lebih cepat daripada pertumbuhannya di bidang pekerjaan lain.

“Kita tidak tahu apakah proses ini akan berjalan tanpa hambatan,” katanya.

Studi McKinsey menjabarkan beberapa cara yang dapat dilakukan oleh pemerintah federal, negara bagian, dan lokal untuk membantu pekerja menjalani transisi tersebut, termasuk menyediakan data pasar tenaga kerja yang lebih rinci dan terkini serta mendanai program pelatihan ulang.

“Sistem pendidikan telah berkembang seiring waktu dan pada dasarnya lebih berfokus pada kaum muda,” kata Catlin.

“Akan tetapi, apa yang dapat dilakukan untuk terus meningkatkan keterampilan tenaga kerja yang sudah ada, yaitu orang-orang yang perlu berganti pekerjaan? Ini jadi serangkaian pertanyaan yang ingin kami angkat untuk dibahas dalam perdebatan publik.”

(bbn)

No more pages