Logo Bloomberg Technoz

Erwin Gutawa hingga King Nassar Buka Pestapora 2026

Muhammad Fikri
25 September 2026 23:00

Penampilan Orchestra Erwin Gutawa di Pestapora 2026. (Bloomberg Technoz/M. Fikri)
Penampilan Orchestra Erwin Gutawa di Pestapora 2026. (Bloomberg Technoz/M. Fikri)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Festival musik Pestapora 2026 memasuki hari pertama dengan menghadirkan pertunjukan lintas genre dan generasi di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta, Jumat (25/9/2026). Sejumlah nama besar dari industri musik Indonesia tampil dalam rangkaian acara yang berlangsung sejak sore hingga malam hari.

Deretan musisi yang mengisi panggung hari pertama mencakup berbagai karakter musik. Orchestra Erwin Gutawa, King Nassar, The Changcuters, Ari Lasso, hingga Kerispatih bersama Sammy Simorangkir menjadi bagian dari penampil yang menghibur pengunjung.

Sejak sore, area festival mulai dipadati penonton. Panitia turut menyediakan sejumlah titik informasi di kawasan acara untuk membantu pengunjung menemukan lokasi panggung sesuai dengan penampilan musisi yang ingin mereka saksikan.

Memasuki malam hari, atmosfer Pestapora semakin ramai. Penonton tersebar di sejumlah area pertunjukan, mengikuti penampilan musisi dari berbagai genre, mulai dari pop, rock, reggae hingga ska.

Salah satu panggung yang menarik perhatian adalah penampilan Orchestra Erwin Gutawa. Pertunjukan tersebut menghadirkan format orkestra yang dipadukan dengan penampilan dua musisi sebagai kolaborator, yakni Danilla dan Ardhito Pramono.

Orchestra Erwin Gutawa membuka pertunjukan dengan membawakan jingle Pestapora dalam aransemen orkestra. Pembukaan tersebut menjadi pengantar sebelum pertunjukan berlanjut ke sejumlah lagu yang dibawakan bersama para kolaborator.

Danilla kemudian tampil bersama Orchestra Erwin Gutawa dengan membawakan lagu Mungkin Nanti. Lagu tersebut disajikan dalam balutan aransemen orkestra yang menjadi karakter utama pertunjukan malam itu.

Ardhito Pramono juga mengambil bagian dalam pertunjukan dengan membawakan lagu Kau karya Candra Darusman. Kolaborasi tersebut mempertemukan karakter vokal Ardhito dengan format musik orkestra yang dipimpin Erwin Gutawa.

Pertunjukan Orchestra Erwin Gutawa kemudian ditutup dengan lagu Terbuang Dalam Waktu. Lagu tersebut kembali disajikan dalam format orkestra yang menjadi benang merah penampilan.

Pestapora Hadirkan Nostalgia hingga Musik Reggae

Selain pertunjukan orkestra, King Nassar turut menjadi salah satu penampil yang menghidupkan suasana festival. Nassar membawakan Seperti Mati Lampu, salah satu lagu yang langsung mengundang respons dari penonton.

Penonton terlihat bernyanyi dan berjoget mengikuti lagu tersebut. Interaksi antara musisi dan audiens membuat area pertunjukan semakin semarak, terutama ketika penonton mengikuti irama lagu yang dibawakan.

Kemeriahan serupa terlihat dalam penampilan The Changcuters. Band tersebut membawakan Main Serong dengan melibatkan penonton melalui sejumlah gerakan yang diarahkan oleh vokalis Tria.

Arahan Tria membuat penonton mengikuti gerakan secara bersama-sama sepanjang penampilan. Interaksi tersebut menjadi salah satu bagian yang menciptakan suasana atraktif dalam rangkaian hari pertama Pestapora 2026.

Sementara itu, Ari Lasso menghadirkan warna berbeda melalui sejumlah lagu yang lekat dengan nuansa nostalgia. Penyanyi tersebut membawakan Cinta Terakhir dan Cinta Kan Membawamu dalam penampilannya di hari pertama.

Kehadiran Ari Lasso membawa penonton pada deretan lagu populer yang telah dikenal lintas generasi. Penampilannya menjadi salah satu bagian dari rangkaian pertunjukan yang mempertemukan berbagai periode perjalanan musik Indonesia.

Nuansa nostalgia berlanjut melalui penampilan Kerispatih bersama Sammy Simorangkir. Kolaborasi tersebut menjadi momen pertemuan kembali Kerispatih dan Sammy setelah cukup lama tidak tampil bersama dalam satu panggung.

Pertunjukan Kerispatih dan Sammy menjadi bagian lain dari keberagaman sajian musik Pestapora. Festival tersebut tidak hanya menghadirkan musisi dengan rilisan dan karakter musik yang berbeda, tetapi juga mempertemukan kembali sejumlah nama yang memiliki sejarah panjang di industri musik nasional.

Di sisi lain, genre reggae ikut mengisi rangkaian pertunjukan malam hari. Ras Muhammad, Dhyo Haw, dan The Coconuttreez tampil membawa karakter musik reggae ke dalam festival yang menghadirkan beragam skena musik.

Genre ska juga mendapat ruang melalui penampilan Shaggy Dog. Kehadiran band tersebut melengkapi komposisi penampil pada hari pertama Pestapora dengan warna musik yang berbeda dari pertunjukan pop, rock maupun orkestra.

Ragam penampilan tersebut memperlihatkan format Pestapora sebagai festival yang menggabungkan berbagai genre dalam satu rangkaian acara. Penonton dapat berpindah dari satu panggung ke panggung lain untuk menyaksikan karakter pertunjukan yang berbeda.

Hari pertama Pestapora 2026 pun menjadi pembuka rangkaian festival yang berlangsung selama tiga hari. Dengan deretan musisi dari berbagai latar belakang musik, festival di Gambir Expo Kemayoran tersebut menghadirkan pertunjukan yang mencakup musik populer, orkestra, rock, reggae hingga ska.

Rangkaian penampilan pada Jumat (25/9/2026) sekaligus mempertemukan musisi dari generasi dan skena yang berbeda dalam satu ruang festival. Kehadiran nama-nama seperti Orchestra Erwin Gutawa, King Nassar, The Changcuters, Ari Lasso, Kerispatih bersama Sammy Simorangkir, hingga para musisi reggae dan ska menjadi bagian dari wajah Pestapora 2026.