Logo Bloomberg Technoz

Sheila On 7 hingga Inul, Pestapora 2026 Hadirkan Nostalgia

Muhammad Fikri
26 September 2026 22:00

(Dok. Pestapora)
(Dok. Pestapora)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pestapora 2026 memasuki hari kedua dengan rangkaian pertunjukan lintas genre di Gambir Expo dan Hall D2 JIExpo Kemayoran, Jakarta, Sabtu (26/9/2026). Sejumlah musisi dan pengisi acara tampil di berbagai panggung festival.

Deretan penampil yang hadir mencakup Podcast Seminggu, Burgerkill bersama Vicky Prasetyo, Barasuara, Perunggu, Orkes Pensil Alis, Inul Daratista, hingga Sheila On 7. Berbagai karakter hiburan hadir sepanjang hari, mulai dari musik keras, pop, dangdut, komedi, hingga orkestra.

Kepadatan penonton tidak hanya terlihat di panggung utama. Sejumlah panggung lain juga dipenuhi pengunjung, salah satunya Boss Stage yang menampilkan Barasuara dan Perunggu.

Penampilan kedua band tersebut menarik massa dalam jumlah besar. Area penonton bahkan terlihat padat hingga melebar ke luar kawasan panggung, menunjukkan tingginya minat pengunjung terhadap penampilan keduanya.

Dari panggung musik keras, Burgerkill menghadirkan format pertunjukan yang berbeda melalui kolaborasi bersama Vicky Prasetyo. Kolaborasi tersebut mempertemukan musik metal dengan karakter hiburan Vicky di atas panggung.

Burgerkill dan Vicky membawakan lagu Atur Aku dalam penampilan hari kedua. Kolaborasi tersebut menjadi salah satu momen yang mencuri perhatian dalam rangkaian acara Pestapora 2026.

Sementara itu, Barasuara dan Perunggu menjadi bagian dari penampil yang menghidupkan Boss Stage. Meski berada di luar panggung utama, kedua band tersebut mampu menarik perhatian pengunjung dalam jumlah besar.

Kondisi area Boss Stage yang dipadati penonton membuat pertunjukan Barasuara dan Perunggu menjadi salah satu sorotan hari kedua. Pengunjung terlihat memenuhi area hingga ke bagian luar panggung.

Musik, Komedi, dan Dangdut Ramaikan Pestapora

Suasana Pestapora 2026 (M.Fikri/Bloomberg Technoz)

Format hiburan yang lebih beragam hadir melalui penampilan Orkes Pensil Alis dalam sesi Music Comic. Grup tersebut membawakan lagu Kipas Angin Kesedot Sampah yang mendapat respons dari penonton.

Pertunjukan Orkes Pensil Alis juga menghadirkan pantun bersahutan. Sejumlah komika menyampaikan pantun dengan materi yang mengangkat berbagai isu nasional dan perkembangan yang menjadi perhatian publik.

Perpaduan musik dan komedi tersebut memberikan warna berbeda dalam rangkaian Pestapora. Festival tidak hanya menawarkan pertunjukan musik, tetapi juga memasukkan format hiburan berbasis komedi dan percakapan.

Di panggung utama, Inul Daratista tampil membawa nuansa dangdut. Penyanyi tersebut juga mengajak sang suami, Adam Suseno, untuk tampil bersamanya di atas panggung.

Kehadiran Adam menjadi salah satu bagian dari penampilan Inul yang turut menghibur pengunjung. Interaksi keduanya menjadi bagian dari sajian panggung dangdut pada hari kedua festival.

Memasuki malam hari, perhatian penonton beralih ke Pestapora Stage. Sheila On 7 tampil di panggung utama dan menjadi salah satu penampil yang banyak dinantikan oleh pengunjung.

Band asal Yogyakarta tersebut tampil di hadapan ribuan penonton yang memenuhi area Pestapora Stage. Massa terlihat memadati kawasan panggung dari ujung ke ujung dan ikut bernyanyi sepanjang pertunjukan.

Sheila On 7 membawakan lebih dari 10 lagu dalam penampilannya. Beberapa lagu yang masuk dalam daftar pertunjukan antara lain Hari Bersamanya, Melompat Lebih Tinggi, dan Anugerah Terindah Yang Pernah Kumiliki.

Pertunjukan tersebut juga menghadirkan momen personal ketika Duta mengajak putrinya, Aishameglio, berduet. Keduanya membawakan lagu Memori Baik di hadapan penonton.

Momen lain terjadi ketika Sheila On 7 menjadi bagian dari lamaran sepasang kekasih. Lamaran tersebut berlangsung saat band membawakan Anugerah Terindah Yang Pernah Kumiliki.

Interaksi antara musisi dan penonton menjadi bagian dari rangkaian pertunjukan Sheila On 7 malam itu. Selain menikmati lagu, penonton juga menjadi bagian dari sejumlah momen yang berlangsung di atas panggung.

Hari kedua Pestapora juga diisi sejumlah nama lain dari berbagai genre. Maliq & D’Essentials, Mahalini, Raisa bersama Andi Rianto, hingga Erwin Gutawa Orchestra bersama Fourtwnty tampil dalam rangkaian festival.

Musisi lintas genre lainnya yang turut mengisi hari kedua antara lain Rhoma Irama & Soneta, Lesti Kejora, dan Happy Asmara. Kehadiran mereka memperluas spektrum musik yang dapat dinikmati pengunjung festival.

Rangkaian penampilan tersebut menunjukkan format Pestapora yang tidak terpusat pada satu jenis musik. Penonton dapat menemukan pertunjukan musik pop, metal, dangdut, orkestra hingga sajian komedi dalam satu rangkaian festival.

Panggung yang tersebar di area Gambir Expo dan Hall D2 JIExpo Kemayoran juga membuat penonton memiliki beragam pilihan pertunjukan. Pantauan Bloomberg Technoz kepadatan massa di sejumlah panggung menunjukkan perhatian pengunjung tidak hanya tertuju pada panggung utama.

Pada hari kedua, kombinasi antara musisi populer dan pengisi acara dari skena berbeda menjadi bagian dari karakter festival. Burgerkill bersama Vicky Prasetyo menawarkan kolaborasi musik metal dan hiburan, sementara Orkes Pensil Alis memadukan musik dengan komedi.

Di sisi lain, penampilan Barasuara dan Perunggu menunjukkan tingginya perhatian terhadap band yang tampil di panggung selain panggung utama. Kepadatan penonton di Boss Stage menjadi salah satu gambaran suasana festival sepanjang hari.

Penampilan Inul Daratista bersama Adam Suseno menghadirkan sisi hiburan keluarga di panggung utama. Sementara itu, Sheila On 7 membawa suasana nostalgia sekaligus interaksi langsung dengan ribuan penonton melalui lagu-lagu yang telah dikenal luas.

Sebelumnya, Festival Director Pestapora Kiki Aulia Ucup menjelaskan bahwa Pestapora dirancang sebagai ruang yang mempertemukan musik, komunitas, dan kreativitas. Pengalaman yang dirasakan pengunjung menjadi salah satu elemen penting dalam perjalanan festival tersebut.

“Pestapora selalu kami bayangkan sebagai sebuah ruang yang hidup selama beberapa hari, namun memorinya bertahan hingga kapanpun. Di mana musik, komunitas, kreativitas, dan berbagai cerita bertemu dalam satu ruang. Setiap tahun kami belajar dari orang-orang yang datang dan menjadi bagian dari Pestapora. Karena pada akhirnya, festival ini bukan hanya tentang apa yang kami hadirkan, tapi juga tentang bagaimana pengalaman itu dirasakan dan dimaknai bersama,” ungkap Ucup.

Dengan komposisi tersebut, hari kedua Pestapora 2026 menghadirkan beragam bentuk pertunjukan dalam satu rangkaian acara. Musik, komedi, podcast, kolaborasi lintas genre, dan interaksi panggung menjadi bagian dari pengalaman pengunjung di festival.