Logo Bloomberg Technoz

Sebaliknya, pemimpin tertinggi China menunjukkan keterbukaan untuk menetapkan batasan. “Kami memiliki kemampuan sekaligus tanggung jawab untuk mengembangkan dan mengelola AI demi kebaikan serta memastikan pengembangan AI selalu berada di bawah kendali manusia,” kata Xi.

Xi kemudian mengatakan kepada Trump dalam pertemuan mereka bahwa China dan AS dapat terus berdialog mengenai AI, bertukar pandangan mengenai risiko dan manfaatnya, serta bersama-sama mencegah penyalahgunaan teknologi tersebut, menurut kantor berita resmi China, Xinhua.

“Meski terdapat persaingan, potensi kerja sama bahkan lebih besar, dan masing-masing pihak harus memanfaatkan kekuatan masing-masing daripada saling mewaspadai,” kata Xi seperti dikutip.

Pernyataan tersebut menjadi kali pertama kedua pemimpin secara bersama-sama menanggapi peringatan para eksekutif Silicon Valley dan sejumlah pembuat kebijakan AS bahwa teknologi tersebut dapat menjadi ancaman bagi umat manusia.

Persaingan Dua Kekuatan Besar

KTT tersebut dimulai seperti kunjungan kenegaraan pada umumnya di South Lawn. Trump, Xi, dan pasangan masing-masing berjabat tangan serta berpose untuk foto resmi. Upacara terpisah setelah pernyataan mereka mencakup inspeksi pasukan dan pertunjukan terbang pesawat.

Trump juga bersemangat menunjukkan sejumlah proyek renovasi di Gedung Putih, termasuk ballroom baru berukuran besar yang sedang dibangun di lokasi East Wing bersejarah yang telah dibongkarnya. Dalam langkah yang sangat tidak biasa, Trump mengundang Xi naik helikopter kepresidenan baru saat keduanya melihat landasan helikopter baru berbahan batu di South Lawn.

“Dia ahli dalam urusan batu, selain banyak hal lainnya, dan dia menyukai granit yang bagus,” kata Trump mengenai Xi. Terkait pertemuan tersebut, Trump hanya mengatakan bahwa pertemuan itu “luar biasa” dan menolak menjawab pertanyaan wartawan mengenai substansinya.

Di balik kemeriahan tersebut, perselisihan lama antara kedua negara adidaya masih berlangsung dalam sejumlah isu, termasuk perdagangan dan Taiwan, ditambah persaingan baru yang muncul di bidang AI.

Xi menyampaikan seruan paling tegas agar Trump mengubah sikap AS terhadap Taiwan, dengan mendesaknya untuk “menolak” kemerdekaan pulau yang memiliki pemerintahan sendiri tersebut dan dianggap Beijing sebagai bagian dari wilayahnya. Posisi resmi Washington mengenai Taiwan adalah tidak mendukung kemerdekaan dan menentang perubahan sepihak terhadap status quo, baik oleh Beijing maupun Taipei.

Trump mengatakan dirinya dan Xi telah membuat “kemajuan besar dalam berbagai persoalan yang dihadapi kedua negara”, merujuk pada upaya memperluas akses pasar China bagi para petani dan peternak AS melalui Board of Trade yang baru dibentuk.

Dengan latar belakang bendera Amerika dan China, Trump sebagian besar mengikuti naskah dalam pernyataan resminya dan tidak menyebut isu sensitif Taiwan.

Xi, yang menyampaikan pernyataan pembuka lebih panjang, menyerukan penguatan komunikasi dengan AS dalam bidang perdagangan, keuangan, dan hubungan luar negeri. Menurutnya, kedua pihak “sama-sama akan mengalami kerugian dalam konfrontasi”. Ia menambahkan bahwa masih ada ruang untuk menambah penerbangan langsung antara kedua negara dan mengumumkan bahwa dua panda akan tiba dalam beberapa hari di Zoo Atlanta, Georgia, AS.

China mengumumkan setelah pertemuan kedua pemimpin bahwa mereka telah mencapai kesepakatan bersama baru dengan AS, menurut Xinhua, tetapi tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai rinciannya.

Beberapa jam sebelumnya, AS mengumumkan kesepakatan untuk memperpanjang gencatan perdagangan dengan China sekitar dua bulan hingga 10 Januari. Kesepakatan yang dicapai tahun lalu tersebut telah menjaga tarif tetap rendah setelah Trump memicu perang dagang dengan Beijing pada bulan-bulan pertama masa jabatan keduanya.

Kunjungan tersebut berlangsung pada saat yang sulit bagi Trump, yang menghadapi krisis biaya hidup yang diperburuk oleh keputusannya melancarkan perang terhadap Iran. Tingginya harga telah memicu ketidakpuasan pemilih dan menempatkan sesama anggota Partai Republik dalam risiko kehilangan kendali atas Kongres dalam pemilu paruh waktu November.

Sejumlah anggota partai Trump sendiri mengkritik cara ia menjamu Xi, termasuk Senator Roger Wicker yang biasanya merupakan sekutu andal presiden, serta Thom Tillis.

Xi tiba di AS dengan peluang melanjutkan masa jabatan keempat yang belum pernah terjadi sebelumnya pada tahun depan, serta dengan kendali China atas mineral tanah jarang yang memberikan pengaruh jangka panjang kepada Beijing. Namun, pemimpin China itu juga menghadapi pertumbuhan ekonomi yang lesu dan meningkatnya pengangguran di kalangan anak muda.

Kunjungan kenegaraan pertama Xi ke Amerika Serikat dalam 11 tahun tidak disiarkan oleh stasiun televisi besar AS setelah Trump melarang tiga organisasi media masuk ke Gedung Putih. Langkah tersebut mendorong jaringan televisi utama menolak meliput rangkaian acara tersebut. Sebagai gantinya, kamera Gedung Putih dan China yang merekam acara tersebut.

Dalam pertemuan mereka di Oval Office, Trump melontarkan lelucon bahwa awak media China adalah yang paling ramah, menurut para fotografer yang hadir. Wartawan media cetak dan media lainnya tidak diizinkan meliput.

Gedung Putih mengatakan telah memulihkan akses bagi tiga media tersebut, yakni CNN, MS NOW, dan Politico, setelah pengadilan federal menangguhkan larangan tersebut. Namun, Gedung Putih belum menyatakan secara terbuka apakah akan kembali memasukkan CNN ke dalam daftar jaringan televisi yang bergiliran meliput kegiatan presiden, yang menjadi salah satu poin utama dalam negosiasi terkait aksi boikot.

Trump mengecam situasi yang muncul akibat larangan terhadap media yang dibuat pemerintahannya sendiri dan mengeluhkan minimnya pemberitaan. Melalui media sosial, ia mengklaim CNN dan MS NOW telah melewatkan “salah satu Acara Terbesar dan Terindah yang berlangsung dalam beberapa tahun terakhir”. Presiden tidak menyebut Fox News, yang juga merupakan bagian dari kelompok jaringan televisi tersebut dan tidak menyiarkan rangkaian acara seremonial.

Trump mengatakan media akan hadir dalam jamuan makan malam kenegaraan pada malam harinya.

Perdebatan AI

Sementara para pemimpin AI di Silicon Valley telah memperingatkan bahaya pengembangan teknologi tersebut tanpa kendali, Washington dan Beijing menunjukkan tidak ada niat untuk memperlambat pengembangan AI.

Trump menepis potensi bahaya AI sebagai “hoaks” sekaligus mengabaikan seruan untuk menerapkan regulasi pemerintah. Beijing juga melihat sedikit alasan untuk memperlambat pengembangan AI, salah satunya karena China masih tertinggal meski mengejar ketertinggalan dengan cepat.

Namun, kedua pihak tengah mencari cara untuk mengelola risiko yang sama-sama mereka hadapi. Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan pemerintahannya mengusulkan pembentukan hotline darurat untuk menangani insiden AI dan membahas mekanisme dialog dengan mitranya dari China dalam pertemuan di New York pada Minggu.

Pada Kamis malam, ketegangan terkait AI kembali terlihat ketika Trump menjamu Xi dalam jamuan makan malam kenegaraan kedua selama masa jabatannya. Dalam daftar tamu terdapat CEO OpenAI Sam Altman, yang menuduh perusahaan rintisan AI China DeepSeek melakukan “tumpangan gratis” terhadap perkembangan yang dibuat laboratorium AI terdepan AS, serta Jensen Huang, yang chip Nvidia terbaiknya dilarang dijual ke China.

Ketegangan tersebut akan tersamarkan dalam jamuan makan malam yang menyajikan velouté labu kuning dan ikan kakap laut berbalut wijen.

(bbn)

No more pages