Harga emas berada di bawah tekanan sejak mencapai rekor pada Januari, karena lonjakan harga energi dan meningkatnya taruhan terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve membebani logam yang tidak memberikan imbal hasil tersebut.
Harga emas telah turun sekitar 16% sejak perang AS-Iran pecah pada akhir Februari.
“Meski terdapat sejumlah hambatan bagi pasar emas dan harga emas sejak perang Iran, kami menilai hambatan tersebut benar-benar hanya bersifat sementara,” kata Lamm dalam sebuah wawancara.
“Sebagian besar faktor utama yang mendorong permintaan emas akan tetap ada atau bahkan semakin kuat dalam jangka menengah.”
Harga emas diperdagangkan di US$4.286,01 per troy ounce pada Kamis malam di Sydney.
Dana Lamm, yang memasangkan posisi long pada saham-saham terkait emas dengan posisi short pada kontrak berjangka emas sebagai lindung nilai, mencatat return bersih 235% hingga Agustus sejak diluncurkan pada Februari tahun lalu, menurut seorang juru bicara.
Sebagai perbandingan, VanEck Gold Miners ETF mencatat kenaikan sekitar 148%, sementara harga emas fisik naik 55% dalam periode yang sama.
L1 Gold Fund merupakan bagian dari L1 Group Ltd. yang berbasis di Melbourne dan mengelola aset sekitar US$14 miliar.
Dana tersebut memanfaatkan penurunan harga emas untuk menambah posisi long pada saham-saham emas. Sebagian besar kepemilikannya berada pada perusahaan dengan kapitalisasi pasar setidaknya US$5 miliar, kata Lamm.
Untuk melindungi portofolio dari risiko penurunan, fund tersebut juga mengambil posisi short pada sejumlah saham emas yang dinilai terlalu mahal atau menghadapi hambatan operasional, ujarnya.
“Kami mulai meningkatkan posisi long secara cukup agresif ketika harga emas turun di bawah US$4.000, dan sekarang kami mempertahankannya pada kisaran 60% hingga pertengahan 60% net long,” kata Lamm.
Fund tersebut baru akan mempertimbangkan pengurangan posisi long jika ekspektasinya terhadap kenaikan harga emas lebih lanjut benar-benar terealisasi, katanya.
Lamm dan Landau juga semakin memperkuat strategi emas mereka dengan menggunakan dana pribadi. Keduanya meningkatkan kepemilikan pribadi mereka di L1 Gold Fund melalui entitlement offer yang berhasil menghimpun A$160 juta (US$114 juta) pada Agustus.
Fund tersebut tercatat di bursa Australia pada April dan telah mencatat return bersih 18% bagi klien hingga Agustus, bahkan ketika harga emas turun 6%, menurut laporan terbarunya.
“Kami telah sangat aktif di saham-saham sektor material, khususnya sumber daya alam, emas, dan logam dasar selama 12 tahun terakhir,” kata Lamm.
Menurutnya, sektor saham perusahaan emas mid-cap yang menjadi fokus investasi L1 Gold Fund memiliki total kapitalisasi pasar yang dapat menjadi target investasi lebih dari US$1 triliun, sehingga terdapat peluang yang kuat bagi kelompok investor spesialis untuk fokus pada sektor tersebut.
Klien L1 Group mencakup dana superannuation besar, dana pensiun, family office, investor dengan kekayaan tinggi, serta investor ritel.
Strategi pemilihan saham fund tersebut berfokus pada perusahaan dengan valuasi lebih rendah dan arus kas jangka pendek, khususnya perusahaan yang berada dalam tahap pengembangan tambang emas.
Posisi terbesar fund tersebut adalah pada perusahaan tambang Kanada Eldorado Gold Corp. Fund ini juga merupakan pemegang saham terbesar K92 Mining Inc., yang mengoperasikan tambang emas Kainantu di Papua Nugini.
Konsolidasi di sektor pertambangan juga meningkatkan return fund tersebut, dan Lamm memperkirakan akan ada lebih banyak transaksi di industri emas.
Akuisisi terbaru OceanaGold Corp. terhadap perusahaan tambang Australia Ausgold Ltd. dengan harga A$1,36 per saham diperkirakan akan memberikan keuntungan besar bagi fund tersebut.
L1 Gold Fund sebelumnya membeli saham Ausgold sekitar A$0,50 per saham, menurut pembaruan kepada investor pada Agustus.
“Kami sangat antusias terhadap sejumlah return yang akan muncul dari M&A,” kata Lamm.
“Kami menilai banyak perusahaan pengembang tambang yang kami miliki akan menjadi target yang sangat menarik bagi pemain mid-cap maupun large-cap.”
(bbn)




























