Logo Bloomberg Technoz

“Tidak mungkin negara sebesar ini dipimpin hanya satu partai. Kita ini 8 partai, sudah luar biasa efisiensinya. Banyak negara lain belasan, puluhan partai,” ujarnya.

Prabowo mengatakan pemerintahannya saat ini didukung oleh koalisi besar yang mencakup tujuh dari delapan partai politik yang berada di parlemen. Dia menilai koalisi diperlukan untuk menjaga stabilitas pemerintahan sekaligus memastikan proses pengelolaan negara dapat berjalan dengan baik.

Prabowo kemudian membandingkan kondisi Indonesia dengan sejumlah negara lain yang juga menerapkan sistem demokrasi. Dia mencontohkan Jepang yang meskipun memiliki dua partai besar, tetap mengalami pergantian perdana menteri dalam periode yang relatif singkat.

“Di Jepang walau dua partai besar, tapi lima-enam tahun berapa kali ganti perdana menteri. Di Inggris dalam lima tahun mungkin tujuh-delapan tahun ganti perdana menteri,” kata Prabowo.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyinggung kritik terhadap struktur kabinet pemerintahannya yang sempat disebut sebagai “kabinet gemuk”. Dia menilai ukuran kabinet perlu dilihat berdasarkan kebutuhan masing-masing negara dan tidak bisa dibandingkan secara sederhana.

Dia mencontohkan Timor Leste yang memiliki jumlah penduduk sekitar 1,1 juta jiwa, namun memiliki 28 anggota kabinet. Menurut Prabowo, jumlah tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan struktur pemerintahan tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah penduduk. “Timor Leste 1,1 juta [penduduk], kabinetnya 28,” ujarnya.

(fik/ain)

No more pages